Contoh Laporan Keuangan Fiskal

Contoh Laporan Keuangan Fiskal – Penyebab penataan Laporan Keuangan Fiskal yang disebut dari hasil penilaian atas Laporan Keuangan Komersil, karenanya dibutuhkan revisi fiscal.

Revisi fiscal kebanyakan terdiri dari 2 (dua) segi, ialah segi positif (revisi positif) serta segi negatif (revisi negatif). Revisi positif berlangsung bila gara-gara penilaian yang Anda kerjakan bakal membuat pemasukan (untung fiskal) naik atau makin bertambah,

Dan revisi positif berlangsung karena penilaian yang Anda kerjakan bakal membuat pemasukan (untung fiskal) turun atau menyusut.

contoh laporan keuangan fiskal
Laporan Keuangan Komersial dan Fiskal

Penyebab revisi positif oleh pengurangan atau peniadaan ongkos karena tak di kenankan untuk kita anggap menjadi ongkos oleh peraturan UU PPh atau di katakan pula tersedianya ongkos-ongkos yang tidak bisa di kurangkan dari pemasukan (non deductible expenses).

Selain itu revisi positif bisa juga di sebabkan oleh peningkatan pemasukan yang masih belum di anggap dalam LK Komersil, ini umumnya karena ketidaksamaan waktu (time differences) dalam pernyataan pendapatan (revenue recognition) serta atau model pernyataan pemasukan yang beda.

Kebalikannya, revisi negatif di sebabkan oleh pengurangan atau penghilangan pemasukan karena tak di perbolehkan untuk dianggap,

Serta di sampaikan menjadi pemasukan tahunan harus pajak oleh peraturan UU PPh atau di katakan pun tersedianya pemasukan-pemasukan yang tidak bisa di tambah dalam hitung pemasukan terkena pajak (non taxable incomes) atau tersedianya pemasukan yang di perbaiki karena telah di kenai PPh mempunyai sifat final, selain itu revisi negatif bisa pula di sebabkan oleh peningkatan

Costyang masih belum di anggap dalam LK Komersil, ini rata-rata karena ketidaksamaan model perhitungan ongkos (Cost) penyusutan atau difference of depreciation prosedur atau pemakaian model penilaian stock yang beda.

Beberapa contoh negosiasi yang di kenai revisi fiskal positif serta revisi fiskal negatif serta hitungan dan penataan laporan keuangan fiskal kami bahas pada postingan ini yaitu laporan keuangan komersial dan fiskal

Laporan Keuangan Komersial adalah

Sebelum membahas contoh maka Anda harus tahu dulu pengertiannya, bahwa laporan keuangan komersial adalah laporan yang di susun dengan prinsip akuntansi bersifat netral atau tidak memihak.

Laporan keuangan fiskal adalah laporan yang di susun khusus untuk kepentingan perpajakan dengan mengindahkan semua peraturan perpajakan.

Tabel Koreksi Fiskal Positif dan Negatif

Perlu Anda ketahui bawha rekonsiliasi atau koreksi fiskal juga dapat di definisikan sebagai salah satu cara untuk mencocokkan perbedaan yang terdapat di dalam laporan keuangan komersial yang di susun berdasarkan sistem keuangan akuntansi dengan laporan keuangan yang di susun secara fiskal.

Laporan keuangan merupakan hal krusial dalam perusahaan. Dengan adanya laporan keuangan, kinerja perusahaan bisa di nilai dan bisa memprediksi langkah perusahaan selama periode berikutnya.

Begitu pula dengan pajak yang harus di bayar. Perusahaan yang rajin membayar pajak akan mendapat reputasi yang bagus dalam bisnis.

Anda bisa menyerahkan langsung SPT tahunan kepada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) secara online maupun offline berdasarkan laporan komersial yang sudah di buat agar langsung di hitung rekonsiliasi fiskalnya.

Terkait permasalahan di atas maka Anda bisa menggunakan laporan komersial yang di desain pada Jurnal keuangan perusashaan Anda.

Berikut adalah tabel laporan keuangan fiskal di susun secara beriringan dengan laporan yang bisa Anda fahami secara seksama di bawah ini:

Contoh Laporan Keuangan Fiskal

Contoh Koreksi Fiskal Negatif

Sebelum kita melangkah ke penyusunan kesesuaian kedua laporan Fiskal baiki Fiskal Positif maupun Fiskal Negatif, ada baiknya terlebih dahulu kita harus melakukan penyesuaian.

Adapaun penyesuaian tersebut yang akan kita lakukan di bagi menjadi 2 (dua) yaitu, Penyesuaian Fiskal Positif dan Penyesuaian Fiskal Negatif.

Berikut ini adalah tabel koreksi fiskal positif dan negatif  penyempurnaan dari table di atas:

Contoh Laporan Keuangan Fiskal

Cara Membuat Contoh Laporan Keuangan Fiskal

Ada beberapa cara membuat laporan keuangan fiskal yang perlu Anda perhatikan, langkah pertama, silahkan Anda perhatikan dahulu Buku Besar Perusahaan yang akan diteliti.

Untuk lebih jelasnya agar mudah di fahamai, berikut adalah buku besar perusahaan yang hendak Anda perhatikan dan teliti :

1. Langkah Pertma Membuat Laporan Keuangan Fiskal

Langkah Pertama, perhatikan dahulu Buku Besar perusahaan yang akan diteliti, lebih jelasnya kurang lebih seperti di bawah ini:

Contoh Laporan Keuangan Fiskal

2. Langkah Kedua Menyusun Laporan Laba Rugi

Langkah kedua untuk membuat Laporan Keuangan Fiskal adalah dengan cara menyusun laporan laba rugi pada perusahaan/ bisnis yang Anda kelola.

Baca Juga : Cara Membuat Laporan Keuangan Laba Rugi

Berikut adalah cara kedua dalam menyusun laporan laba rugi dalam pembuatan laporan keuangan fiskal dan komersial.

Contoh Laporan Keuangan Fiskal

Dari laporan keuangan di atas bisa kita lihat bahwa jika dikategorikan sebagai Laporan Komersial, hanya saja “Pajak Penghasilan” nya belum benar.

Itu penyebabnya karena belum adanya penyesuaian terhadap penyesuaian fiskal positif dan negatif seperti yang telah kita lihat pada tabel sebelumnya. Menurut tabel, ada beberapa yang harus di sesuaikan, seeprti :

  • Bunga Jasa Giro

Telah di kenakan pajak oleh pihak bank, maka ini di masukkan sebagai “Pendapatan di kenakan Pajak Final”, sehingga ini tidak seharunya di kenakan pajak lagi. Maka di jadikan faktor pengurang Laba Kena Pajak.

  • Pengambilan Oleh Direktur

Ini bukan beban perusahaan. Direktur hanya boleh menerima Gaji dan Dividen saja. Maka kita masukkan ke dalam koreksi fiskal positif (faktor penambah laba kena pajak).

  • Makan Untuk Pegawai

Ini adalah bentuk kenikmatan (natura) yang di berikan oleh perusahaan kepada pegawai, ini tidak di akui sebagai beban perusahaan.

  • Sumbangan

Ini bukan beban perusahaan, tidak bisa di hubungkan dengan revenue. Sehingga kita masukkan ini ke dalam kelompok koreksi fiskal positif.

Pada Kasus ini tidak menemukan koreksi fiskal negatif, sehingga koreksi fiskal negatifnya akan 0 (nol). Setelah unsur koreksi fiskal kita masukkan, maka Laporan Laba Rugi akan menjadi seperti di bawah ini:

Laporan Keuangan Fiskal ini sudah benar. Tapi laporan komersialnya laba setelah pajak di atas tidak di masukkan ke dalam neraca (Laba Tahun Berjalan) . Karena, di neraca nanti laba ini akan di off set dengan mutasi rekening-rekening di kelompok asset.

Intinya, di akui atau tidak di akui semua koreksi fiskal tersebut (bunga jasa giro, pengambilan direktur, makan untuk pegawai, sumbangan) adalah berpengaruh langsung terhadap posisi (saldo) kas.

Jika semua itu tidak di akui, sementara di sisi lainnya, laba kita paksakan masuk ke neraca, maka sudah pasti Neraca tidak akan Balance.

Baca Juga : Contoh Laporan Perubahan Modal

Hal yang harus kita lakukan adalah kembalikan semua koreksi tersebut, maksud dari itu, semua unsur tadi tetap kita koreksi,

Setelah kita peroleh “laba fiskal setelah pajak”, baru kita kembalikan semua koreksi fiskal tersbut.Caranya adalah sebagai berikut.

Silahkan Anda Perhatikan Laporan Laba Rugi di bawah ini :

Berdasarkan Laporan Keuangan di atas, telah berhasil memperoleh Laporan Keuangan Komersial dan Fiskal dalam satu lembar laporan saja

Tidak perlu lagi membuat laporan laba rugi dalam 2 (versi). Sekarang Laba setelah pajaknya sudah bisa di masukkan ke dalam neraca, dan sudah di pastikan balance.

Mungkin cukup sekian postingan kali ini tentang Contoh Laporan Keuangan Fiskal dan pembahasan laporan keuangan fiskal dan komersial secara lengkap.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *