Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur – Tahukah Anda bahwa membuat sebuah perusahaan manufaktur itu tidak mudah loh.

Apakah Anda masih ingin membangun perusahaan manufaktur?

Jika Anda sudah memutuskan untuk membuat perusahaan tersebut, Anda harus benar-benar menyiapkan persyaratan yang harus dipersiapkan, seperti perizinan, modal, pengetahuan dan bahkan proses keuangannya.

Pokok utama pada perushaan manufaktur yang wajib Anda perhatikan salah satunya adalah laporan keuangan, dimana laporan keuangan perusahaan manufaktur ini ada sedikit perbedaan dari jenis usaha lainnya.

Yang harus Anda garis bawahi dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan manufaktur adalah kami menyarankan jangan menggunakan pembukuan manual, karena hal ini akan memakan waktu dan tenaga.

Selain itu proses pembukuan dalam bisnis manufaktur ini, banyak pengusaha yang sudah mengkategorikan bahwa perusahaan yang satu ini dibilang paling rumit dalam pembukuannya, karena membutuhkan staf ahli dalam mencatat keuangan dan pengeluaran yang begitu rinci.

Adapun poin-poin penting yang bisa Anda pelajari sebelum membuat sebuah laporan keuangan perusahaan manufaktur adalah sebagai berikut:

Poin-Poin Penting dalam Laporan Keuangan Manufaktur

Kenapa Anda harus mempelajari poin-poin penting ini? Karena penyusunan laporan keuangan perusahaan manufaktur cukup kompleks.

Kemudian perusahaan manufaktur ini mempunyai ciri khas tersendiri seperti kegiatan mengubah baang mentah menjadi barang yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Mengenal Laporan Keuangan di Perusahaan Manufaktur

Tahukah Anda bahwa perushaan manufaktur memiliki beberapa akun berbeda jika kita bandingkan dengan perusahaan jasa dan perdagangan lainnya.

Ada tiga jenis yang membedakan dengan perusahaan jasa dan perdagangan lainnya seperti akun inventaris yaitu bahan mentah,

Pekerjaan dalam proses dan barang jadi, selain itu yang membedakan lainnya adalah ada beberapa akun aset tetap jangka panjang.

Untuk menghasilkan produk yang siap dijual, perushaan manufaktur mengguanakn bahan mentah dan suku cadang yang dibeli pada waktu tertentu.

Dimana persediaan ini meliputi dalam produksi work-in-process, bahan material, tenaga kerja, dan biaya produksi lainnya yang terakumulasi untuk produk yang belum selesai; dan barang jadi, harga pokok produk jadi yang siap dijual.

Kemudian nilai setiap jenis persediaan di masukan dalam laporan keuangan perusahaan, selain itu jumlahnya juga dapat kita tampilkan secara individu pada pembukuan neraca.

Adapun aset jangka panjang dari neraca perusahaan manufaktur, terdapat perhitungan berupa aset bangunan dan peralatan pabrik sampai ke peralatan yang terkecil.

Biaya yang di kapitalisasi terkait dengan paten akan dimasukkan ke dalam bagian aset tidak berwujud pada neraca, kemudian produsen sering memiliki paten untuk proses dalam produksi.

Laporan keuntungan dan rugi untuk perusahaan manufacturing sama sama yang di persiapkan untuk perusahaan merchandising atau ritel. Dalam hitung harga dasar pemasaran, cuman account stok barang menjadi yang di pakai.

Rasio Keuangan dalam Perusahaan Manufaktur

Seperti sudah kita bahas di atas, tidak seperti retailer, manufacturing mempunyai tiga kelompok inventaris unik: yaitu Bahan Baku, Barang dalam Proses, dan Barang Jadi.

Hal tersebut mengakibatkan langkah pengukur dan pemakaian rasio keuangan yang tidak sama dengan tipe usaha yang lain.

Perusahaan manufacturing memerlukan pemakaian inventori, perlengkapan, dan personil yang efektif untuk meningkatkan produknya. Perusahaan memakai rasio keuangan yang berlainan untuk menilai usahanya.

Rasio ini dapat di pakai untuk menghitung kecocokan operasi dan untuk tentukan berapa baik proses manufacturing berjalan.

Rasio keuangan ini sama bermanfaat untuk investor yang mau memperoleh wawasan yang lebih dalam mengenai perusahaan manufacturing.

1. Inventory Turnover

Rasio putaran stok atau inventory turnover menghitung keefektifan proses manufaktur perusahaan. Rasio ini memperlihatkan berapakah kali perusahaan jual dan menukar inventorinya sepanjang waktu periode tertentu. Ini diukur dengan membagi harga dasar pemasaran dengan saldo rerata dalam stok.

Perusahaan bisa memakai rasio ini untuk bikin keputusan yang lebih bagus mengenai harga, manufaktur, marketing, dan pesanan inventaris baru mereka.

Seorang investor harus memerhatikan rasio turnover yang tinggi, sebab penghitungan yang rendah adalah tanda jika perusahaan manufaktur tangani kebanyakan stok.

Ini tempatkan substansi manufaktur pada resiko yang semakin besar untuk stok kedaluwarsa dan lewat waktu atau perampokan property perusahaan.

2. Maintenance Costs to Total Expenses

Perusahaan manufaktur bisa memakai perlengkapan atau mesin sepanjang proses produksi barangnya. Pengukur urgent atas keberlanjutan operasi periode panjang merupakan membanding-bandingkan ongkos pembaruan dan perawatan dengan keseluruhan ongkos.

Pembagian ongkos penyempurnaan yang rendah mengisyaratkan satu dari 2 hal. Pertama, perusahaan mempunyai asset masih bertahan lama yang tidak membutuhkan banyak perawatan berkepanjangan. Ke-2 , perusahaan bisa pilih untuk menukar perlengkapan dengan mesin yang lebih baru serta lebih handal.

Dalam ke-2 kasus itu, stakehoder bisa mendapatkan wacana mengenai rencana vital periode panjang manajemen untuk menerapkan tehnologi yang ada.

3. Rasio Penghasilan Per Pegawai

Membagi keseluruhan penghasilan perusahaan manufaktur dalam jumlah pegawai hasilkan penghasilan yang didapat per pegawai. Stakeholder memakai penghitungan untuk tentukan efektivitas tehnologi satu substansi.

Misalkan, dua perusahaan manufaktur setiap mendapatkan penghasilan $ 10 juta. Tetapi, satu perusahaan manufaktur mempunyai 50 pegawai, sedang lainnya mempunyai 20 pegawai.

Dengan anggapan mereka menghasilkan barang sama, perusahaan dengan 50 pegawai itu kemungkinan bekerja secara tidak efektif. Sebagai pilihan, perusahaan dengan 20 pegawai secara teoritis memakai tehnologi yang lebih efektif dengan kekuatan yang semakin besar.

Untuk seorang investor, metrik ini penting, sebab perusahaan dengan 20 pegawai lebih bagus secara keuangan dalam periode panjang.

4. Keseluruhan Ongkos Manufaktur Per Unit Minus Bahan

Perusahaan manufaktur keluarkan banyak ongkos saat meningkatkan dan membuat produk. Walau bahan langsung dari produk gampang dicari, banyak factor dan ongkos yang lain masuk di satu barang kemungkinan tidak gampang dideteksi.

Karena itu, metrik keuangan ini membagi keseluruhan ongkos produksi, tidak terhitung bahan langsung, dalam jumlah unit yang dibuat.

Stakehoder bisa manfaatkan angka ini dengan tentukan seberapa banyak ongkos tambahan yang dibutuhkan untuk hasilkan barang dan berapa efektif proses perusahaan dibanding dengan substansi lain.

5. Ongkos Manufaktur pada Keseluruhan Beban

Perusahaan manufaktur keluarkan dana saat menghasilkan produk dan ongkos tidak langsung yang di butuhkan untuk memulai usaha.

Dari pemikiran investor, lebih di harapkan untuk menyaksikan sejumlah besar ongkos berkaitan langsung dengan produksi dibanding dengan ongkos lain, terhitung upah supervisor atau sewa gedung.

Ongkos manufaktur pada keseluruhan beban ialah metrik keuangan yang menghitung pembagian ini.

Hasil perhitungan yang semakin tinggi memperlihatkan semakin banyak ongkos yang bisa di atribusikan ke ongkos yang langsung di perlukan untuk produksi produk.

6. Return on Net Assets

Perusahaan manufaktur memakai asset tetapnya khususnya inventaris dan perlengkapan untuk hasilkan penghasilan. Untuk argumen ini, pengukur keuangan yang perlu ialah pengembalian asset bersih.

Dengan membagi keuntungan bersih dari sebuah pabrik dengan asset bersih seksi itu, sebuah perusahaan manufaktur bisa menghitung berapa sukses beberapa bagian usahanya dalam manfaatkan asetnya

Untuk meningkatkan keuntungan untuk perusahaan. Seorang pemilik usaha harus memakai rasio ini untuk tentukan perusahaan manufaktur yang paling efektif.

7. Rasio Margin Kontributor Unit

Rasio margin kontributor di hitung dengan ambil beda di antara keseluruhan penghasilan dan keseluruhan ongkos faktor dan membagi angka ini dengan keseluruhan penghasilan.

Misalkan, produk yang di pasarkan dengan harga 1.000.000 dengan ongkos faktor 300.000 mempunyai rasio margin kontributor 70% (( 1.000.000 – 300.000) / 1.000.000).

Rasio itu menghitung prosentase penghasilan yang di atribusikan untuk tutupi ongkos masih.

Bila Anda ialah seorang investor, Anda bisa memakai rasio ini untuk tentukan keamanan sebuah perusahaan manufaktur.

Perusahaan manufaktur dengan rasio margin kontributor yang tinggi mempunyai saat yang lebih gampang untuk tutupi ongkos masih dan tidak begitu beresiko sebagai investasi.

Perbedaan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Setelah kita mempelajari rasio keuangan dalam perusahaan manufaktur, selanjutnya kita akan mendalami perbedaan laporan keuangan perusahaan manufaktur dengan jenis bisnis atau usaha Lainnya.

Berikut adalah perbedan laporan keuangan manufaktur dengan perusahan lainnya yang hendak Anda pelajari dan fahami.

1. Perhitungan HPP yang Berlainan

Untuk perusahahaan dagang, umumnya perusahaan tesebut beli stock dari produsen dan langsung di tawarkan kembali pada konsumen.

Untuk penghitungan HPP dalam perusahaan dagang lumayan sederhana yakni menambah jumlah pembelian stok sepanjang satu masa dengan stok awalnya masa, lalu turunkan jumlah stok itu dengan stok akhir hasil Stok Opname perusahaan di akhir masa.

Karena itu jumlah HPP sepanjang satu masa akan di jumpai dengan beberapa cara itu. Nilai HPP itu akan dipakai sebagai pengurang dari keseluruhan penghasilan bersih perusahaan untuk mengenali nilai keuntungan kotor. Berikut contoh deskripsi penghitungan HPP perusahaan dagang dalam Laporan Keuntungan Rugi.

Namu untuk perhitungan HPP di perushaaan manufaktur lebih susah, dan memecah ongkos dalam stok jadi 3 kelompok yakni ongkos bahan baku, pemrosesan barang 1/2 jadi dan nilai stok barang

Perhitungan ini meliputi semua elemen, sisi, atau bahan yang di perlukan untuk seterusnya di masukkan pada pada proses pemrosesan barang 1/2 selesai.

Kemudian perusahaan manufaktur harus juga hitung ongkos tenaga kerja langsung dan overhead pabrik dalam penghitungan HPP-nya.

2. Perhitungan Ongkos Overhead

Pada usaha manfuktur ongkos overhead ialah ongkos tambahan atau ongkos lainnya, yang tidak berkaitan langsung dengan proses usaha

Dan produksi yang di laksanakan dalam operasi usaha, ongkos ini akan ada di tiap neraca keuangan perusahaan manufaktur, tidak seperti laporan keungan perusahaan layanan.

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Selanjutnya kita akan membahas mengenai jenis dan contoh laporan keuangan perusahaan manufaktur, perlu di ketahui bahwa laporan keuangan perusahaan manufaktur terdapat beberapa poin.

Adapun poin-poin yang ada pada laporan keuangan perusahaan manufaktur adalah laporan harga pokok produksi, laporan laba rugi, neraca, dan laporan perubahan modal.

1. Laporan Harga Pokok Produksi

Pada laporan keuangan perusahaan manufaktur mempunyai perbedaan jauh dengan perusahaan jasa atau dagang lainnya, di mana terdapat salah satu laporan yang membedakan dari segi Laporan Harga Pokok Produksi.

Sehingga laporan ini yang menjadikan perbedaan utama dalam sebuah laporan keuangan perusahaan manufaktur yang hendak Anda pelajari.

Di mana pihak manajemen bisa melihat jumlah persediaan yang di gunakan dalam proses produksi, jumlah biaya yang di gunakan hingga jumlah biaya overhead pabrik yang di keluarkan dalam proses produksi.

Intisari dari laporan tersebut adalah berfungsi untuk membantu perusahaan dalam menentukan nilai harga pokok produk yang telah di selesaikan.

Kemudian dari nilai harga pokok tersebut akan berpengaruh kepada nilai jual sebuah produk yang siap di pasarakan / di produksi oleh publik.

Berikut ini adalah contoh laporan keuangan perusahaan manufaktur sederhana pada Laporan Harga Pokok Produksi:

Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

2. Laporan Laba Rugi

Contoh laporan keuangan manufaktur yang kedua adalah laporan laba rugi, poin kedua ini wajib Anda pelajari jika ingin membuat sebuah laporan perusahaan manufaktur yang akan Anda kelola.

Pada dasarnya perusahaan manufaktur sama dengan laporan laba rugi pada perusahaan lainnya, di mana pada laporan keuangan manufaktur terdapat nilai pendapatan, biaya atau beban, laba atau rugi kotor, laba atau rugi operasi, dan laba atau rugi bersih.

Untuk lebih jelasnya dalam memahami laporan laba rugi sebuah perusahaan manufaktur,

Anda bisa mempelajari contoh laporan keuangan perusahaan manufaktur lengkap pada poin laporan laba rugi perusahaan manufaktur di bawah ini :

Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

3. Laporan Neraca

Adapun mengenai laporan neraca perusahaan manufaktur juga sama halnya dengan laporan neraca untuk perusahaan dagang dan jasa lainnya.

Di mana isi dari laporan neraca laporan keuangan perusahaan manufaktur adalah aktiva (semua aset lancar dan tidak lancar perusahaan) dan pasiva (hutang dan modal perusahaan).

Agar Anda bisa memahami laporan neraca untuk membuat laporan keuangan manufaktur, kami akan memberikan contohnya di bawah ini:

Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

4. Laporan Perubahan Modal

Laporan keuangan perusahaan manufaktur yang ketiga adalah laporan perubahan modal di mana laporan perubahan modal ini sama dengan laporan perubahan modal pada perusahaan jasa dan dagang lainnya.

Ada poin penting yang harus Anda fahami dalam Laporan perubahan modal ini yaitu nilai modal awal, pengurangan modal karena prive, penambahan atau pengurangan modal karena laba rugi dan juga nilai modal akhir.

Berikut ini adalah laporan perubahan modal sebagai contoh laporan keuangan perusahaan jasa dagang dan manufaktur :

Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Untuk memudahkan anda dalam mempelajari contoh laporan keuangan perusahaan manufaktur sederhana di atas,

Anda bisa unduh contoh laporan keuangan perusahaan manufaktur lengkap dengan format excel di bawah ini.

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur xls

Kami akan memberikan Anda contoh laporan keuangan perusahaan manufaktur mebel berupa format xls yang bisa Anda edit dan pelajari, sehingga Anda tidak perlu mengetik ulang pada pc Anda.

Tetapi sebelum Anda mengunduhnya, kami akan mendeskripsikan sedikit tentang Contoh Laporan Manufaktur xls ini.

Pada format laporan keuangan ini terdapat 4 sheet di mana setiap sheet nya kami berikan keterangan untuk mempermudah Anda dalam mempelajarinya.

Sheet 1 : Laporan Harga Pokok Produksi, Sheet 2 : Laporan Laba Rugi, Sheet 3 : Laporan Neraca, Sheet 4 : Laporan Perubahan Modal.

Berikut adalah Link Download Contoh Laporan Keuangan P ( Unduh Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur xls )

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Sederhana PDF

Selain contoh laporan keuangan manufaktur berformat xls, kami juga akan memberikan Contoh Laporan  Sederhana PDF yang bisa Anda unduh juga pada situs Pendidikan SCH.ID ini.

Tetapi dalam format pdf ini, berbeda dengan format Excel, pada foramt excel terdapat 4 sheet dalam satu file, tetapi dalam format PDF, kami sajikan ke-4 komponen tersebut kami pisah.

Artinya Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur Sederhana PDF nantinya Anda unduh pada link yang berbeda,

Untuk lebih jelasnya silahkan Anda unduh pada link di bawah ini:

1. Laporan Keuangan Manufaktur ( Unduh Laporan Harga Pokok Produksi )

2. Laporan Keuangan Manufaktur ( Unduh Laporan Laba Rugi )

3. Laporan Keuangan Manufaktur ( Unduh Laporan Neraca )

4. Laporan Keuangan Manufaktur ( Unduh Laporan Perubahan Modal )

Mungkin cukup sekian postingan kali ini tentang Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur yang bisa kami jelaskan, semoga bermanfaat. Terimakasih

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *