Pendidikan Anak yang Bisa Kita Pelajari

contenttop

Pendidikan Anak makna luas ialah seluruhnya tindakan dalam usaha manusia yang dilaksanakan dengan sadar dari orang dewasa

Untuk memberi dampak ke anak didiknya agar tingkatkan kedewasaan serta bertanggungjawab atas semua perlakuan atau tindakannya dengan moril.

Pengajaran ialah semua usaha orang dewasa dalam pertemanan beberapa anak untuk capai perubahan rohani dan jasmani mengarah kedwasaan supaya bermanfaat untuk dirinya serta warga.

Anak ialah amanah Allah untuk tiap orangtua, yaitu ibu serta ayahnya. Dia dipercayakan ke kita untuk diasuh, dididik, serta dituntun jadi anak yang shalih serta shalihah.

Pendidikan Anak
Ilustrasi Pendidikan Anak Usia Dini

Jadi beberapa dari komune muslim, penerus risalah islam yang dibawa sama rasulullah yakni Nabi Muhammad SAW. Yang akan senang dengan umatnya yang kuat.

Pendidikan anak jadi tanggung jawab bersama-sama, di antara seorang ibu, ayah, bagian keluarga, serta amsyarakat di lingkungan rumahnya.

Pendidikan Anak Bukan Pekerjaan Ibu?

Mendidik anak bukan pekerjaan seorang ibu semata-mata, walaupun sebenarnya, ibukah yang lebih berhubungan dengan anak-anak.

Tetapi pendidikan anak ialah pekerjaan dari ayah, karena ayahlah sebagai pimpinan keluarga. Ibu hanya pimpinan di bawah cara memimpin seorang ayah.

Pendidikan anak tidak lain hanya adalah sisi dari pengajaran pribadi, di mana islam usaha menyiapkan serta membinanya agar jadi anggota warga yang bermanfaat serta insan yang saleh di kehidupan ini.

Bahkan juga pendidikan anak, bila sudah dilaksanakan secara baik serta terukur, karena itu dia tidak lain ialah dasar yang kuat

Untuk menyiapkan individu yang saleh dan bertanggungjawab atas semua masalah serta pekerjaan hidupnya.

Masih ingatkah anda semasa kuliah dengan mata kuliah Pengantar Pendidikan?

Pada mata kuliah tersebut banyak dibahas tentang pendidikan, Psikologi Pendidikan, Ilmu Pendidikan dan masih banyak lagi pembahasan yang kita pelajari.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Pendidikan pancasila dan kewarganegaraan merupakan salah satu mata pelajaran yang memuat prinsip dan nilai karakter bangsa yang bisa dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkarakter supaya peduli terhadap diri sendiri, lingkungan social dan lingkunga hidup

Sehingga dalam perkembangan zaman dan kemajuan IPTEK di dukung oleh penguatan karakter bangsa yang menyebabkan kemajuan bangsa dan negara berlangsung tanpa ada nya hambatan berarti.

Pendidikan Pancasila untuk Perguruan Tinggi

Penyelenggaraan pendidikan Pancasila sebagai mata kuliah di perguruan tinggi ditegaskan dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 914/E/T/2011, tertanggal 30 Juni 2011.

Ditentukan bahwa perguruan tinggi harus menyelenggarakan pendidikan Pancasila minimal 2 (dua) SKS atau dilaksanakan bersama mata kuliah pendidikan kewarganegaraan

Dengan nama pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan(PPKn) dengan bobot minimal 3 (tiga) SKS.

Undang-undang pendidikan pancasila untuk perguruan tinggi

Selanjutnya, Undang-Undang RepublikIndonesia Nomor 12 tahun 2012, tentang pendidikan tinggi

Memuat penegasan tentangpentingnya dan ketentuan penyelenggaraan pendidikan Pancasila sebagaimana termaktub dalam pasal-pasal berikut:

  1. Pasal 2, menyebutkan bahwa pendidikan tinggi berdasarkan Pancasila, Undang-UndangDasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
  2. Pasal 35 ayat (3) menegaskan ketentuan bahwa kurikulum pendidikan tinggisebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib memuat mata kuliah: agama, Pancasila,kewarganegaraan, dan bahasa Indonesia.

Dengan demikian, berdasarkan ketentuan dalam pasal 35 ayat (3) Undang- UndangRepublik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012.

Ditegaskan bahwa penyelenggaraan pendidikanPancasila di perguruan tinggi itu wajib diselenggarakan dan sebaiknya diselenggarakan sebagai mata kuliah yang berdiri sendiri

Dan harus dimuat dalam kurikulum masing-masing perguruan tinggi.

Dengan demikian, keberadaan mata kuliah pendidikan Pancasila merupakan kehendak negara, bukan kehendak perseorangan atau golongan, demi terwujudnya tujuan negara.

Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun.

Yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani

Agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan 6 (enam) perkembangan:

Agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan sesuai kelompok usia yang dilalui oleh anak usia dini.

Seperti yang tercantum dalam Permendikbud 137 tahun 2014

Tentang Standar Nasional PAUD (menggantikan Permendiknas 58 tahun 2009).

Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Para Ahli

  • Menurut Mansur

Anak usia dini adalah kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik.

Mereka memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya.

  • Menurut Prof. Marjorry Ebbeck

Adalah seorang pakar anak usia dini dari australia menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah pelayanan pasa anak mulai dari lahir sampai usia delapan tahun.

  • (Hartati, 2007:10)

Teori lama mengatakan bahwa yang disebut anak usia dini adalah anak usia dewasa mini masih polos dan belum bisa apa-apa atau dengan kata lain belum mampu berfikir.

  • Hibana S. Rahman ( 2005: 4).

Menurut undang-undang tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun

Yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak agar anak memiliki kesiapan dalam mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Ada dua tujuan diselenggarakannya pendidikan anak usia dini, yaitu:

  • Tujuan utama

Untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya

Sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan pada masa dewasa.

  • Tujuan Penyerta

Untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah, sehingga dapat mengurangi usia putus sekolah dan mampu bersaing secara sehat di jenjang pendidikan berikutnya.

Rentangan anak usia dini menurut Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 adalah 0-6 tahun.

Sementara menurut kajian rumpun keilmuan PAUD dan penyelenggaraannya di beberapa negara, PAUD dilaksanakan sejak usia 0-8 tahun (masa emas).

Ruang lingkup Pendidikan Anak Usia Dini, di antaranya: bayi (0-1 tahun), balita (2-3 tahun), kelompok bermain (3-6 tahun), dan sekolah dasar kelas awal (6-8 tahun).

Pendidikan Berkarakter

Pendidikan karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya.

Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik

Pendidikan Inklusif

Pendidikan inklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan

Dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya.

Karena setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak sebagai pelayanan dasar yang wajib diberikan oleh negara.

Adapun peserta didik yang dimaksud dalam peraturan menteri di antaranya adalah

  • Siswa Tunanetra
  • Siswa Tunarungu
  • Siswa Tunawicara
  • Siswa Tunagrahita
  • Siswa Tunadaksa
  • Siswa Tunalaras
  • Berkesulitan Belajar
  • Lamban Belajar
  • Siswa Autis
  • Siswa memiliki gangguan motorik
  • Siswa korban penyalahgunaan narkoba, obat terlarang dan zat adiktif lainnya
  • Siswa Tunaganda

Sekolah yang menyelenggarakan pendidikan inklusif dapat bekerja sama dan membangun sebuah jaringan dengan satuan pendidikan seperti:

  • Pendidikan Khusus
  • Perguruan Tinggi
  • Organisasi Profesi
  • Lembaga Rehabilitasi
  • Rumah Sakit
  • Pusat Kesehatan Masyarakat
  • Klinik Terapi
  • Dunia Usaha
  • Lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan masyarakat

Pendidikan Kedokteran

Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran

Pendidikan Kedokteran adalah usaha sadar dan terencana dalam pendidikan formal yang terdiri atas pendidikan akademik dan pendidikan profesi

Pada jenjang pendidikan tinggi yang program studinya terakreditasi untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang kedokteran atau kedokteran gigi.

Pendidikan Akademik adalah pendidikan tinggi program sarjana dan/atau program pascasarjana kedokteran dan kedokteran gigi yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu kedokteran dan ilmu kedokteran gigi.

Pendidikan Profesi adalah Pendidikan Kedokteran yang dilaksanakan melalui proses belajar mengajar dalam bentuk pembelajaran klinik

Dan pembelajaran komunitas yang menggunakan berbagai bentuk dan tingkat pelayanan kesehatan nyata yang memenuhi persyaratan sebagai tempat praktik kedokteran.

Fakultas Kedokteran adalah himpunan sumber daya pendukung perguruan tinggi yang menyelenggarakan dan mengelola pendidikan dokter.

Fakultas Kedokteran Gigi

Fakultas Kedokteran Gigi adalah himpunan sumber daya pendukung perguruan tinggi yang menyelenggarakan dan mengelola pendidikan Dokter Gigi.

Mahasiswa Kedokteran atau Mahasiswa Kedokteran Gigi yang selanjutnya disebut Mahasiswa adalah peserta didik yang mengikuti Pendidikan Kedokteran.

Sarjana Kedokteran adalah lulusan Pendidikan Akademik pada program sarjana di bidang kedokteran, baik di dalam maupun di luar negeri, yang diakui oleh Pemerintah.

Sarjana Kedokteran Gigi adalah lulusan Pendidikan Akademik pada program sarjana di bidang kedokteran gigi, baik di dalam maupun di luar negeri, yang diakui oleh Pemerintah.

Dokter adalah dokter, dokter layanan primer, dokter spesialissubspesialis lulusan pendidikan dokter, baik di dalam maupun di luar negeri, yang diakui oleh Pemerintah.

Dokter Gigi adalah dokter gigi, dokter gigi spesialis-subspesialis lulusan pendidikan dokter gigi, baik di dalam maupun di luar negeri, yang diakui oleh Pemerintah.

Dosen Kedokteran yang selanjutnya disebut Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan

Dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi, humaniora kesehatan, dan/atau keterampilan klinis melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Tenaga Kependidikan Pendidikan Kedokteran Apa Sih?

Tenaga Kependidikan Pendidikan Kedokteran yang selanjutnya disebut Tenaga Kependidikan adalah seseorang yang berdasarkan pendidikan dan keahliannya mengabdikan diri untuk menunjang penyelenggaraan Pendidikan Kedokteran.

Standar Nasional Pendidikan Kedokteran adalah bagian dari standar nasional pendidikan tinggi yang merupakan kriteria minimal dan harus dipenuhi dalam penyelenggaraan Pendidikan Kedokteran.

Kurikulum Pendidikan Kedokteran yang selanjutnya disebut Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan Pendidikan Kedokteran.

Rumah Sakit Pendidikan adalah rumah sakit yang mempunyai fungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan secara terpadu dalam bidang Pendidikan Kedokteran, pendidikan berkelanjutan, dan pendidikan kesehatan lainnya secara multiprofesi.

Rumah Sakit Pendidikan Utama adalah rumah sakit umum yang digunakan Fakultas Kedokteran dan/atau rumah sakit gigi mulut yang digunakan Fakultas Kedokteran Gigi

Untuk memenuhi seluruh atau sebagian besar Kurikulum dalam rangka mencapai kompetensi di bidang kedokteran atau kedokteran gigi.

Pinjaman Pendidikan

Pengertian pinjangan pendidikan adalah fasilitas pinjaman dari bank atau Lembaga keuangan yang diperuntukan untuk membiayai kebutuhan pendidikan lanjutan ataupun awal pendidikan serta untuk mendanai biaya hidup guna menunjang pendidikan.

Pinjaman dana pendidikan umumnya diberikan oleh Lembaga keuangan bank ataupuan non bank yang pada umumnya memiliki bunga pinjaman yang cenderung rendah dan bertenor panjang.

Produk pinjaman ini memungkinkan nasabah untuk mendapatkan dana pendidikan lanjutan ataupun awal tanpa harus menjaminkan aset ataupun barang berharga lainnya.

Pinjaman dana pendidikan menjadi solusi instan bagi mahasiswa dan juga Anda yang ingin yang membutuhkan dana cepat, ditambah plafon yang diminta bakal disesuaikan dengan penghasilan tetap Anda.

Selain memiliki proses mudah, keuntungan fasilitas pinjaman ini adalah suku bunga yang ditawarkan rendah dan memiliki jangka waktu yang cukup panjang.

Pinjaman dana pendidikan sendiri ditujukan bag Anda yang ingin memperbaiki taraf pendidikan didalam negeri.

Pendidikan 4.0

Pendidikan 4.0 merupakan fenomena yang timbul karena adanya kebutuhan Industri 4.0. Sehingga dunia pendidikan harus mengikuti perkembangan teknologi agar output dari sistem pendidikan dapat sesuai dengan kebutuhan industri.

Pendidikan 4.0 saat ini sangat berperan dalam siswa SMK, khususnya pada jurusan IT.

Siswa disiapkan untuk menghadapi banyak tantangan digital dan melatih kreatifitas siswa untuk masa yang akan datang.

Kelas online telah memfasilitasi pembelajaran dengan cepat dan efektif. Dengan hal ini guru-guru dituntut harus dapat merencanakan dan melaksanakan pendidikan 4.0 agar peserta didik mampu bersaing.

Indonesia pun perlu meningkatkan kualitas lulusan sesuai dunia kerja, tuntutan teknologi digital mobile berbasis web. Era digitalisasi tidak dapat dihindari.

Sehingga kita harus mampu mengendalikan dan menghadirkan banyak manfaat, untuk generasi bangsa cerdas dalam IPTEK juga dalam perilaku.

Website Pendidikan dan Situs Pendidikan

Website Pendidikan adalah website yang didesain untuk lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah formal maupun sekolah non formal, pesantren, atau pkbm.

Website ini didukung oleh informasi-informasi yang familiar dengan aktivitas lembaga pendidikan seperti Profil Sekolah, Berita, Daftar Siswa, Daftar Alumni, Madding Online, Ekstrakulikuler,  Dokumentasi Kegiatan dan masih banyak lagi informasi lainnya.

Website Pendidikan sebagai sarana personalisasi hubungan antara pusat dan komunitas pendidikan agar dapat saling berkomunikasi dan menyebarkan informasi berkaitan dengan pendidikan secara luas.

Website pendidikan seharusnya memberikan informasi pendidikan secara luas kepada siswa tentunya dan masyarakat luas dengan terus menerus menyajikan informasi terupdate

Tentang perkembangan lembaga pendidikan dan juga memberikan kegiatan belajar mengajar secara online.

Biasanya masalah yang sering dihadapi oleh website pendidikan adalah tidak adanya yang sanggup untuk pengelola website yang mengumpulkan informasi, data sekolah dengan menyajikan secara online, karena terbentur dengan anggaran yang harus dikeluarakan.

Website pendidikan dapat meningkatkan prestasi dan reputasi lembaga pendidikan itu sendiri, misalnya saja ada siswa di lembaga pendidikan itu berhasil menciptakan sesuatu yang baru.

Maka website pendidikan dapat digunakan sebagai media penyampaian informasi kepada masyarakat baik dalam negeri maupun luar negeri tentang penemuan tersebut

Dan dapat berkomunikasi dengan masyarakat luas tentang bagaimana pengembangan dan kelanjutan temuan tersebut.

Konten Website Pendidikan

Website pendidikan dapat terdiri dari situs web yang memiliki permainan, video, atau sumber daya terkait topik yang bertujuan sebagai alat untuk meningkatkan pembelajaran

Dan melengkapi pengajaran di kelas. Situs web ini membantu membuat proses belajar menjadi menarik bagi siswa terutama di masa sekarang ini.

Meskipun ada banyak keuntungan dari situs web semacam itu

Kita juga perlu menyadari hal-hal negatifnya. Siswa harus dibimbing dengan benar.

Tanpa bimbingan yang tepat, siswa hanya menemukan sumber daya dan konten yang tidak dapat diandalkan atau tidak sejajar dengan arah pengajaran di kelas.

Karena siswa dapat dengan mudah teralihkan pada situs web tersebut dan akhirnya menghabiskan waktu untuk kegiatan yang berada di bawah level mereka

Atau tidak melengkapi dan menambah pengajaran di kelas.

Akses dan kebebasan tanpa batas di internet dapat berbahaya, terutama bagi siswa yang lebih muda.

Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat dan bisa memberikan gambaran seperti apa pendidikan anak itu dan apa saja yang terkait dengan pendidikan anak.

contentbottom
Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *