Tanya Jawab Seputar Pelaksanaan AKM

Daftar Isi

Tanya Jawab Seputar Pelaksanaan AKM – Hallo sahabat Pendidikan, setelah kita mengetahui tentang tujuan dan instrumen akm, selanjutnya kita akan mempelajari tanya jawab seputar pelaksanaan AKM.

Pada postingan ini kami akan membagikan kembali tanya jawab seputar pelaksanaan AKM yang bisa bapak ibu pelajari.

Adapun pelaksanaan AKM mencakup Peserta, Waktu Pelaksanaan dan Teknis Pelaksanaan, semua itu akan kami paparkan pada web pendidikan sch.id ini.

Berikut Tanya Jawab Seputar Pelaksanaan AKM

Peserta

  • Siapa saja yang harus mengikuti Asesmen Nasional?

Jawab: Peserta Asesmen Nasional adalah seluruh satuan pendidikan yang terdiri atas: kepala sekolah, seluruh guru, dan murid yang memilih secara acak dengan stratifikasi sosial ekonomi oleh Kemdikbud. Jenjang SD/ MI, kelas V maksimal 30 murid, jenjang SMP/MTS kelas VIII, SMA/MA, SMK kelas IX maksimal 45 murid setiap satuan pendidikan.

Siswa yang memiliki hambatan intelektual atau hambatan lainnya sehingga tidak memungkinkan untuk mengerjakan asesmen secara mandiri/tanpa bantuan, tidak mengikuti Asesmen Nasional, misalnya siswa pada SLB A, SLB C, dan SLB G.

Bila siswa pada SLB lainnya juga mengalami hambatan untuk pelaksanaan secara mandiri juga tidak mengikuti sebagai peserta Asesmen Nasional.

Namun guru dan kepala sekolah pada sekolah-sekolah tersebut tetap mengikuti Asesmen Nasional, khususnya sebagai peserta survei lingkungan belajar.

  • Siapa saja yang mengikuti AKM?

Jawab: Peserta AKM adalah semua murid yang menjadi responden Asesmen Nasional. Guru maupun kepala sekolah TIDAK mengerjakan AKM.

  • Apakah Asesmen Nasional wajib oleh seluruh satuan pendidikan seluruh Indonesia?

Jawab:Ya, Asesmen Nasional dilaksanakan di seluruh sekolah, madrasah dan satuan pendidikan kesetaraan wilayah Indonesia.

  • Bolehkah SMP/MTs, SMA/MA, SMK yang jumlah muridnya kurang dari 45 tidak ikut Asesmen Nasional?

Jawab: Tidak. Semua satuan pendidikan wajib mengikuti Asesmen Nasional. Jika jumlah murid kurang dari 45, maka semua murid akan menjadi responden.

Begitu pula dengan satuan pendidikan di jenjang SD/MI, jika jumlah murid kurang dari 30, maka semua murid akan menjadi responden.

  • Bagaimana penentuan murid yang mengikuti Asesmen Nasional?

Jawab: Murid akan dipilih secara acak oleh Kemdikbud dengan mempertimbangkan faktor sosial ekonomi. Satuan pendidikan tidak diperkenankan mengganti sampel murid karena dapat memengaruhi hasil dan tindak lanjut perbaikan pembelajaran.

  • Berapa persen batas minimal, banyaknya guru yang mengikuti Asesmen Nasional?

Jawab:Tidak ada batas minimal. Target responden Asesmen Nasional adalah semua guru baik status kepegawaian tetap maupun pegawai lepas/ honorer.

Tujuan Survei Lingkungan Belajar adalah menggali informasi yang dapat mencerminkan kondisi sekolah sesungguhnya. Sehingga tingkat partisipasi yang tinggi seharusnya mampu memberikan cerminan yang lebih baik.

  • Bolehkah murid kelas IX ikut mendaftar AKM untuk menguji kemampuan literasi?

Jawab: Tidak boleh. Responden AKM dipilih secara acak oleh Kemdikbud untuk target sasaran kelas V, kelas VIII, dan kelas XI.

Waktu Pelaksanaan

  • Kapan AKM akan dilaksanakan?

Jawab:Pelaksanaan Asesmen Nasional untuk siswa kelas VIII jenjang SMP/MTs, serta kelas IX jenjang SMA/MA, dan SMK pada akhir Maret- Pertengahan April 2021; untuk siswa kelas V jenjang SD/MI rencananya pada bulan Agustus 2021.

  • Berapa lama waktu pelaksanaan Asesmen Nasional?

Jawab: Asesmen Nasional terdiri atas: (1) AKM, (2) Survei Karakter, dan (3) Survei Lingkungan Belajar. Pelaksanaan Asesmen Nasional untuk murid akan berjalan selama dua hari.

Hari pertama untuk Asesmen Literasi Membaca dan Survei Karakter, sedangkan hari kedua untuk Asesmen Numerasi dan Survei Lingkungan Belajar.

Alokasi waktu sesi asesmen maupun survei berbeda untuk murid kelas V dengan murid kelas VIII serta XI. Alokasi waktu asesmen adalah sebgai berikut:

Tanya Jawab Seputar Pelaksanaan AKM
Alokasi Waktu Asesmen

Pelaksanaan Survei Lingkungan Belajar untuk kepala sekolah dan guru lebih fleksibel dan alokasi waktu melengkapi semua pertanyaan selama pelaksanaan Asesmen Nasional di sekolah yang bersangkutan (2-4 hari). Pengerjaan angket oleh kepala sekolah maupun guru melakukan secara daring tanpa pengawasan.

Teknis Pelaksanaan

  • Apakah akan ada uji coba AKM dan Survei Karakter serta kapan pelaksanaannya?

Jawab:Melaksanakan uji coba AKM adalah satu bulan sebelum pelaksanaan AKM melalui mekanisme gladi bersih. Uji coba ini bertujuan untuk memastikan aplikasi dapat berjalan dengan lancar serta mekanisme pelaksanaan Asesmen Nasional.

Selain uji coba, Kemdikbud menyelenggarakan simulasi AKM untuk mengenalkan model soal AKM dan memberi kesempatan kepada murid untuk familiar dengan aplikasi serta ragam soal AKM.

  • Bagaimana teknik pelaksanaan Asesmen Nasional, apakah sama seperti UNBK semi daring?

Jawab:Terdapat sejumlah modifikasi pada teknik pelaksanaan Asesmen Nasional, seperti bentuk soal, maupun sistem adaptif.

Namun secara umum tenaga teknis yang mampu melakukan UNBK semi daring akan mudah mempelajari sistem pelaksanaan Asesmen Nasional.

  • Bagaimana aturan pelaksanaan di sekolah? (pengawasan, pendanaan, pengaturan peserta setiap ruang)

Jawab:Aturan pelaksanaan di sekolah akan dituangkan lebih detail pada Prosedur Operasional Standar (POS) Asesmen Nasional.

  • Bagaimana bila terdapat guru yang tidak mengikuti Survei Lingkungan Belajar?

Jawab:Kemdikbud memberikan alokasi waktu antara 2-4 hari selama pelaksanaan Asesmen Nasional di sekolah untuk guru dan kepala sekolah mengisi Survei Lingkungan Belajar.

Harapkan dalam tenggat waktu tersebut semua guru akan berpartisipasi. Partisipasi setiap guru di dalam Survei Lingkungan Belajar akan mempengaruhi akurasi gambaran umum iklim belajar dan iklim satuan pendidikan.

  • Apakah pelaksanaan AKM dapat dilakukan lebih dari satu sesi? berapakah jumlah sesi yang diijinkan setiap harinya?

Jaweab:Setiap sesi memerlukan waktu maksimal 140 menit untuk jenjang SD sederajat dan 165 menit untuk jenjang SMP/SMA sederajat.

Oleh karena itu, dalam satu hari dapat menyelenggaran 3 sesi tes. Pembagian waktu setiap sesi bisa mempelajarinya pada tabel berikut:

Apakah bedanya Asesmen Nasional dengan Ujian Nasional (UN)?
Kapan Asesmen Tahun 2020
  • Bisakah guru melakukan Asesmen Nasional (Survei Lingkungan Belajar) dari rumah?

Jawab:Ya. Pengisian Survei Lingkungan Belajar secara daring dapat melaksanakannya dari mana saja sepanjang terdapat akses internet.

  • Apakah tahapan yang dilakukan sekolah untuk mengikuti Asesmen Nasional sama dengan UNBK?

Jawab:Tidak. Meskipun sebagian besar tahapan sama, tetapi proses pendataan di Asesmen Nasional berbeda dengan UNBK karena ada pemilihan murid serta pendataan responden guru.

  • Pada saat UNBK ada sekolah yang bergabung dengan sekolah lain, apakah Asesmen Nasional juga dapat menerapkan hal yang sama?

Jawab:Ketika pelaksanaan Asesmen Nasional, sekolah dapat menginduk ke sekolah lain yang kondisi infrastrukturnya lebih memadai. Namun pelaporan hasil akan tetap dilakukan untuk masing-masing satuan pendidikan.

  • Apakah persiapan untuk mengikuti Asesmen Nasional sama dengan UN, seperti adanya proktor, teknisi, dsb?

Jawab:Ya. Sistem aplikasi Asesmen Nasional mengadopsi sistem UNBK dengan modifikasi. Modifikasi meliputi ragam format soal tidak hanya pilihan ganda dan isian, namun menambahkan format pilihan ganda kompleks, menjodohkan, serta uraian.

Selain itu, pada AKM soal-soal menyajikan akan adaptif terhadap kemampuan murid dalam menjawab soal-soal sebelumnya.

Proktor dan teknisi berperan penting dalam memastikan keberfungsian infrastruktur sekolah, setup aplikasi serta dukungan teknis selama pelaksanaan Asesmen Nasional.

  • Bagaimana pihak sekolah/madrasah menyiapkan murid untuk menghadapi AKM?

Jawab:AKM mengukur kompetensi kecakapan hidup yang merupakan hasil belajar murid lintas beragam mata pelajaran.

Oleh karena itu, keberhasilan di AKM tidak melalui proses drilling soal-soal. Satuan pendidikan seharus bisa mewujudkan proses pembelajaran yang mendorong terbangunnya kompetensi serta karakter murid.

Untuk mengenalkan murid pada beragam format soal AKM serta aplikasi AKM, Kemdikbud akan menyelenggarakan simulasi serta gladi bersih.

Satuan pendidikan seharusnya aktif mengikuti simulasi dan gladi bersih sebagai upaya menyiapkan murid menghadapi AKM.

Selain itu, Pusmenjar menyediakan contoh soal AKM untuk setiap indikator kompetensi pada laman: https://pusmenjar.kemdikbud.go.id/akm.

  • Bagaimana cara mengatasi kendala jika sarana pendukung pelaksanaan AKM kurang memadai?

Jawab:

  • Sekolah dapat menumpang sekolah lain terdekat yang memiliki infrastruktur lebih memadai.
  • Sekolah dapat meminjam komputer/laptop dari orang tua atau dari instansi lain.
  • Bila ada kendala sehingga tes terputus, apakah soal yang telah mengerjakan otomatis tersimpan?

Jawab:Ya. Aplikasi AKM secara otomatis akan melakukan penyimpanan data ketika murid menekan tombol soal berikutnya. Kendala lampu padam atau putus koneksi tidak menyebabkan murid mengulang asesmen dari awal.

  • Karena keterbatasan sarana mungkinkah sekolah mengikuti Asesmen Nasional secara manual?

Jawab:Tidak. Ragam stimulus serta format soal AKM menuntut cetakan berwarna dengan jumlah halaman yang tidak sedikit mesajikan dalam asesmen kertas dan pensil. Selain itu pengujian secara adaptif tidak mudah mengadopsi dalam asesmen berbasis kertas dan pensil.

Tindak Lanjut AKM

  • Bagaimana cara AKM memotret kemajuan proses belajar?

Jawab:Laporan AKM akan memberikan potret level kompetensi murid setiap satuan pendidikan pada literasi membaca dan numerasi.

Hasil antar tahun dapat perbandingkan dan jadikan salah satu indikasi kemajuan proses belajar setiap satuan pendidikan.

  • Apakah Asesmen Nasional akan digunakan untuk memeringkatkan sekolah di Indonesia?

Jawab:Tidak. Asesmen Nasional sebagai alat refleksi bagi setiap satuan pendidikan untuk mampu melakukan langkah perbaikan.

  • Apakah ada nilai/skor minimal dalam AKM?

Jawab:Tidak. AKM melaporkan persentase murid dalam setiap level kompetensi. Mengharapkan semua murid mencapai level kompetensi cakap atau mahir.

  • Apakah murid yang sama yang pernah mengikuti tes AKM bisa mengulang kembali tes AKMnya, jika nilainya rendah?

Jawab:Tidak, karena AKM tidak bertujuan untuk mengukur kompetensi tingkat individu murid.

  • Dapatkah murid kelas XI yang mengikuti AKM mengetahui hasil AKMnya?

Jawab:Tidak. Setiap guru dapat memetakan kemampuan muridnya menggunakan instrumen AKM kelas. Hasil AKM nasional akan melaporkan pada level sekolah, bukan pada level individu.

  • Bagaimana sekolah cara memanfaatkan hasil Asesmen Nasional ini ?

Jawab:Sekolah mengharapkan semua ini menjadikan hasil Asesmen Nasional sebagai alat refleksi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dan iklim satuan pendidikan.

  • Apakah data hasil survei sekolah berupa gambaran global satu sekolah?

Jawab:Ya. Hasil Asesmen Nasional baik AKM maupun Survei akan melaporkan sebagai hasil sekolah dan tidak laporkan dalam level individu murid maupun guru.

  • Adakah pelatihan guru terkait persiapan AKM atau setelah AKM?

Jawab:Tidak ada pelatihan guru terkait persiapan AKM. AKM memotret kompetensi kecakapan hidup yang tidak dapat di-drilling atau diajarkan melalui bimbel.

Oleh karena itu, fokus penguatan guru adalah saat menindaklajuti hasil AKM: baik memaknai, memanfaatkan sebagai umpan balik proses pembelajaran serta penguatan kapasitas guru dalam melakukan pembelajaran serta merancang asesmen yang berkualitas.

  • Apa tindak lanjut dari sekolah dengan hasil AKM ?

Jawab:Sekolah mampu merefleksi hasil AKM dalam pembelajaran sehingga guru-guru menerapkan teaching at the right level serta fokus membangun kompetensi serta karakter murid.

Laporan sekolah terkait iklim belajar dan iklim satuan pendidikan diharapkan ditindaklanjuti manajemen sekolah untuk menyusun dan melaksanakan programprogram sekolah yang mendorong terciptanya iklim belajar yang positif dan kondusif.

Sumber: pusmenjar.kemdikbud.go.id

Itulah tanya jawab seputar pelaksanaan AKM dan Tindak Lanjutnya, semoga bermanfaat dan bisa memahaminya, jangan lupa bagikan kembali. Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *