Urutan Membuat Laporan Keuangan

Urutan Membuat Laporan Keuangan – Urutan dalam membuat laporan keuangan sangatlah penting kita lakukan, karena dengan berurutan sebauah laporan, maka akan mudah untuk di tarik kesimpulan pada penyesuaian laporan keuangan Anda.

Maka dengan demikian kami akan membahas seperti apa urutan yang ada pada sebuah laporan keuangan, apabila ingin Membuat Laporan Keuangan pada bisnis Anda.

Urutan Membuat Laporan Keuangan

Gambaran kecil, kenapa urutan membuat sebuah laporan keuangan sangat penting ? Misalkan Anda seorang pelajar, kemudian Anda di suruh membuat laporan keuangan kelas oleh wali kelas Anda.

Tentunya ketika Anda akan membuat laporan, Anda disuruh membuat laporannya sesuai urutan dan fungsinya, agar mudah untuk dipahamai oleh semua siswa lainnya.

Begitu juga ketika kita membuat sebuah laporan keuangan harus sesuai dengan prosedur sehingga mudah untuk di analilis, baik analisis laba rugi, maupun analisis peningkatan mutu pada perusahaan tersebut.

Laporan Keuangan Adalah

Pengertian sederhana dari laporan keuangan adalah dokumen yang berisi catatan-catatan keuangan, dengan demikian Laporan Keuangan bisa kita artikan secara luas.

Laporan Keuangan secara luas adalah laporan yang berisi segala macam transaksi yang melibatkan uang, baik transaksi pembelian maupun penjualan dan kredit.

Biasanya laporan ini di buat dalam periode tertentu, adapun penentuannya bisa ditentukan oleh kebijakan perusahaan tersebut, apakah akan dibuat setiap bulannya atau sekali dalam satu tahun.

Tidak sedikit perusahan menggunakan laporan keuangannya satu kali  dalam satu bulan dan satu kali dalam satu tahun, tergantung pada kondisi perusahaan tersebut.

Penyusunan Laporan Keuangan adalah

Laporan keuangan bisa di susun pada periode kapan saja selama di butuhkan.

Jadi tidak pernah ada pedoman resmi yang mengatur periode penyusunan laporan keuangan, hal ini tergantung pada kebutuhan atau tuntutan lingkungan perusahaan.

Untuk memahami pengertian penyusunan laporan keuanagan, kami akan memberikan conoth soal yang berkaitan dengan lapoan keuanagn.

Misalkan ada sebuah contoh soal : Kapan periode penyusunan laporan keuangan di lakukana ? Maka jawabannya bisa bulanan, tahunan bahkan semesteran.

Alasannya karena tidak pernah ada pedoman secara resmi yang mengatur periode penyusunan laporan keuangan, karena laporan keuangan bisa di susun kapan saja.

Laporan Posisi Keuangan

Laporan posisi keuangan yang sering kita sebut pada istilah akuntansi adalah Neraca,

Neraca (Laporan Posisi Keuangan) adalah salah satu laporan keuangan yang memberikan informasi tentang posisi aktiva, kewajiban, dan modal yang di sajikan pada akhir periode.

Neraca (Laporan Posisi Keuangan) merupakan perluasan dari dasar-dasar akuntansi, adapun data dalam membuat laporan berasal dari Neraca Lajur. Jika Anda belum mengetahui apa yang di maksud neraca lajur, Anda bisa membaca pada postingan sebelumnya.

Baca Juga : Urutan Pembukuan Akuntansi

Fungsi dari laporan keuangan akan memberikan informasi tentunya yang berhubungan dengan sifat dan jumlah investasi dalam sumber daya perusahaan itu sendiri misalakan kekayaan perusahaan, kewajiban kepada kreditor dan modal pemilik perusahaan.

Oleh sebab itu Laporan Posisi Keuangan (Neraca) bisa membantu kita dalam memprediksi waktu, jumlah dan ketidakpastian Arus Kas di masa mendatang.

Jika Anda sudah memahami apa yang di maksud dengan Laporan Keuangan, Penyusunan Laporan Keuangan, dan Laporan Posisi Keuangan, selanjutnya kita akan melanjutkan pembahasan utama yaitu Urutan Membuat Laporan Keuangan.

Berikut adalah Urutan Membuat Laporan Keuangan

Jika Anda ingin menjadi tenaga Admistrasi dalam keuangan, maka Anda wajib memahami urutan dari membuat laporan keuangan dengan benar dan sistematis.

Dengan mempelajari urutan membuat laporan, maka laporan keuangan Anda akan dinilai sebagai laporan yang profesional, selain itu tentunya laporan Anda dinilai baik sesuai dengan kriteria perusahaan yang diinginkan.

1. Mengumpulkan dan Mencatat Transaksi pada Jurnal

Mencatat transaksi adalah hal yang wajib dilakukan oleh perusahaan, selain itu Anda wajib mengumpulkan bukti transaksi yang sudah dilakukan oleh perusahaan.

Tujuan dari mencatat dan mengumpulkan transaksi tak lain hanya untuk memudahkan dalam pembuatan pembukuan,

Sehingga ketika ada kekeliruan, maka Anda dengan mudah mencari kejanggalan pada laporan keuangan Anda.

Adapun sebagian bukti transaksi yang bisa Anda kumpulkan adalah nota, kwitansi, cek dan bukti lainnya yang berhubungan dengan keuangan bisnis Anda.

Transaksi Apa sih yang Wajib Kita Catat ?

Anda bisa mencatat transaksi bisnis Anda diantaranya adalah transaksi penjualan, pembelian, pertukaran barang, atau transaksi sewa barang.

Perlu Anda ketahui bahwa transaksi di atas wajib Anda tuangkan dalam jurnal secara rinci tentunya mudah untuk dipahami, dan ingat jangan sampai ada yang tertinggal.

Ada baiknya, setiap Anda memasukan transaksi ke dalam jurnal, Anda harus cek ulang agar tidak ada kesalahan sedikitpun. Jika Anda melakukan kesalahan dalan mencatat transaksi, maka kedepannya Anda akan kerepotan sendiri.

Kata kunci kesuksesan dalam membuat laporan adalah salah satunya mencatat laporan setiap hari baik laporan keluar maupun laporan masuk keuangan bisnis Anda.

2. Analisis Transaksi

Urutan yang kedua dalam membuat laporan keuangan adalah Analisis Transaksi, di mana Anda di wajibkan untuk meng analisis transaksi yang telah terjadi.

Adapun analisis yang di gunakan adalah untuk mengetahui kebenaran data yang sudah Anda inputkan pada jurnal besar, selanjutnya Anda proses ke tingkat lebih lanjut.

Selain itu Anda harus memastikan semua data yang Anda masukan sudah sesuai dengan kegiatan perusahaan yang telah di lakukan.

Ada beberapa hal yang bisa Anda analisis seprti posisi keuangan, aset, dana keluar dan dana masuk, selain itu Anda Analisis juga laba kotor.

Di mana laba kotor ini wajib sesuai dengan penghasilan yang di dapat, sehingga lebih memudahkan Anda untuk mendapatkan nilai dari laba bersih.

Tahukah Anda bahwa setiap analisis yang di lakukan pasti akan mempengaruhi pada debit dan kredit, dengan demikian Anda wajib memastikan saat analisis berlangsung, minimal menggunakan dua pembukuan yang sudah di siapkan sebelumnya.

Cara kerja Analisis tidak sesulit yang kita bayangkan melainkan Analisis hanya mencocokan data yang asli dengan keadaan data di lapangan.

3. Memposting Jurnal ke dalam Buku Besar

Urutan yang ketiga adalah memposting jurnal ke dalam buku besar, adapun buku besar ini merupakan kumpulan beberapa urutan laporan keuangan dari jurnal umum yang telah dibuat sebelumnya.

Fungsi dari buku besar adalah di gunakan untuk menyalin beberapa jurnal menjadi satu kesatuan, adapun untuk membuat buku besar ini sangat mudah sekali, Anda cukup menyalin data, kemudian masukan ke dalam buku besar.

Baca Juga : Pembukuan Kas Sederhana

Ketika Anda melakukan penyalinan, maka Anda wajib memperhatikan urutan laporan keuangan tak lain hanya butuh ketelitian.

Seorang Akuntan wajib meneliti keuangan yang akan di laporkan, sebab satu nominal saja tidak tercatat maka akan mengakibatkan jumlah yang tidak sesuai.

Perlu Anda ketahui bahwa jurnal besar di buat setelah melakukan penyelesaian transaksi lainnya. Adapun pembuatan jurnal besar bisa di lakukan harian, mingguan atau bulanan.

Jika perusahaan Anda adalah perusahaan besar, maka Anda wajib mencatat semua transaksi setiap harinya, untuk menghindarai penumpukan transaksi yang akan mengakibatkan kesalahan dalam membuat laporan keuangan.

4. Menyusun Neraca Saldo

Tahukah Anda bawah neraca saldo adalah sebuah alat yang di gunakan untuk memantau keseimbangan debit dan kredit.

Adapun debit dan kredit yang di hasilkan harus sama dengan saldo yang dimiliki, hal inilah yang wajib Anda lakukan dalam pengisian dari neraca saldo dan neraca saldo merupan transaksi yang keluar masuk setiap hari.

Selain itu dalam neraca saldo, aktiva dan pasiva wajib Anda kelompokan secara terpisah dengan tujuan transaksi tidak tercampur dengan transaksi lainnya.

Kemudian Anda pastikan susunannya dalam membuat laporan keuangan, Anda buat serapi mungkin karena hal ini akan memudahkan Anda dalam melakukan pengecekan secara berkala apabila ada kesalahan.

Perusahaan/ Bisnis Anda akan mengetahui posisi keuangan apakah untung atau sebaliknya dengan cara membuat neraca saldo dengan benar.

5. Mengumpulkan Data Untuk Membuat Jurnal Penyesuaian

Jurnal ini di gunakan hanya saat tertentu saja. Karena kemungkinan ada beberapa transaksi yang belum tercatat. Baik di awal ataupun di akhir laporan. Jika langkah ini dilakukan, tidak akan terjadi permasalahan di akhir periode.

Terkadang rasa lelah ataupun capek membuat fikiran tidak konsen dan berakibat kurangnya ketelitian. Namun, dengan jurnal penyesuaian, Anda dapat melihat kembali beberapa transaksi keluar masuk yang di lakukan oleh perusahaan.

Sama halnya dengan jurnal umum, isi dari jurnal ini terdiri dari debit dan kredit dengan nominal tertentu. Baik pendapatan langsung ataupun tidak. Serta beberapa biaya mendadak yang harus di keluarkan secara pasti.

6. Menyusun Neraca Lajur

Neraca lajur merupakan kertas data neraca saldo yang di sesuaikan dengan jurnal penyesuaian. Hal ini di lakukan untuk memudahkan dalam menyusun urutan laporan keuangan yang benar akan Anda buat.

Sama halnya dengan tahapan sebelumnya. Saat membuat neraca lajur, di haruskan memperhatikan ketelitian. Sehingga tidak ada data yang salah ataupun lalai dalam penulisan. Saldo yang telah di sesuaikan akan terlihat dalam kolom neraca saldo.

Langkah ini di lakukan agar secara efektif mengetahui laporan laba rugi perusahaan. Jika debit lebih besar dari pada kredit, maka mengalami keuntungan, begitu pula sebaliknya. Saat membuat neraca lajur, di butuhkan ketelatenan dan ketelitian yang ekstra.

7. Menyesuaikan dan Menutup Rekening-Rekening

Saat membuat buku besar tentunya Anda akan melihat beberapa rekening. Baik rekening keluar ataupun rekening masuk. Rekening-rekening tersebut sebelum di lakukan penutupan harus di sesuaikan terlebih dahulu. Kesesuaian rekening digunakan untuk keakuratan data.

Menutup rekening bisa di lakukan dengan cara memindahklan rekening laba rugi ke dalam saldo laba rugi yang telah siap dan tidak boleh dibagi. Kemudian di bukukan ke dalam buku besar sesuai dengan jenis rekening.

8. Menyusun Neraca Saldo setelah Penutupan

Langkah susunan laporan keuangan sederhana ini di lakukan untuk menulis beberapa rekening real yang tidak di tutup.

Hal ini di lakukan untuk mengecek debit dan kredit yang masih terbuka. Pastikan ada keseimbangan antara keduanya. Sehingga, tidak ada data yang rancu.

Data yang akurat akan mempermudah untuk melakukan tahap berikutnya, yaitu membuat laporan keuangan. Menyusul neraca saldo memang perkara yang mudah. Namun kebanyakan orang kurang telaten. Karena hanya sedikit transaksi yang dibukukan.

9. Membuat Laporan Keuangan

Urutan pembuatan laporan keuangan akuntansi yang telah di tulis secara baik dan disusun secara rapi dalam neraca lajur akan menjadikan laporan keuangan akurat.

Karena dalam neraca lajur, beberapa item sudah di pisahkan sesuai dengan kelompok masing-masing. Baik nama maupun nominalnya.

Dengan melakukan hal di atas, berarti Anda sudah membuat urutan laporan keuangan perusahaan dagang dengan benar.

Laporan keuangan ini kemudian di gunakan untuk pengolahan data. Hasil dari pengolahan akan di gunakan untuk mengetahui kebijakan berikutnya.

Fungsi lain dari laporan keuangan adalah dapat memantau secara realtime kondisi perusahaan yang di jalankan. Laporan keuangan yang benar akan memberikan keakuratan data. Sehingga, memudahkan perusahaan mengambil beberapa keputusan.

10. Membuat Laporan Laba Rugi

Setelah laporan selesai di buat, perusahaan akan mengetahui bagaimana kondisi keuangan. Baik laba ataupun rugi.

Jika dirasa rugi, perlu kiranya meningkatkan kualitas kinerja. Peningkatan kinerja tidak hanya saat rugi, namun juga berlaku saat perusahaan mengalami keuntungan.

Kualitas merupakan tolak ukur konsumen untuk membeli barang yang di hasilkan perusahaan. Dengan mengetahui laba rugi,

Anda bisa melihat barang apa saja yang laku di pasaran dan tidak laku. Sehingga, akan bisa menentukan penjualan berikutnya.

Urutan laporan keuangan tentu harus di perhatikan. Langkah demi langkah harus sesuai. Jika salah satu langkah tidak di lakukan, secara otomatis laporan keuangan tidak bisa di buat. Buatlah laporan keuangan sedetail mungkin. Dan pastikan ada bukti yang tercatat.

Contoh Laporan Keuangan

Setelah Anda mengetahui dan memahami terkait urutan penyusunan laporan keuangan di atas, selanjutnya kita akan membuat laporan keuangan.

Perlu Anda ketahui bahwa jenis laporan keuangan banyak modelnya, tergantung tujuan dan fungsi catatan masing-masing dari perusahaan tersebut.

Untuk lebih jelasnya, mari kita pelajari kembali mengenai jenis dan contoh laporan keuangan yang wajib dimiliki oleh perusahaan :

  • Laporan Neraca

Sebelum ke contoh pembuatan laporan neraca, ada baiknya Anda memahami pengertian dari laporan neraca tersebut.

Pengertian sederhana dari laporan Neraca adalah data yang memperlihatkan kondisi keuangan sebuah perusahaan dan datanya berisi tentang nilai dan posisi aktiva serta pasiva, selain itu datanya wajib seimbang.

Perlu Anda ketahui, apabila nilainya terhitung tidak seimbang di ujung periode, maka artinya terdapat permasalahan pada posisi keuangan bisni atau perusahaan Anda.

Selain itu, laporan neraca bisa memuat sebuah catatan utang piutang, modal bahkan kewajiban. Untuk memahami laporan neraca kami berikan sebuah contoh di bawah ini :

Laporan Neraca
Ilustrasi : Laporan Neraca
  • Laporan Keuangan Laba Rugi

Jenis laporan keuangan kedua adalah catatan laba rugi, laporan ini wajib Anda miliki ketika membuat laporan keuangan bisnis Anda.

Laporan laba rugi atau istilah akuntansinya Income Statement adalah data kerugian serta keuntungan sebuah perusahaan.

Perlu kita garis bawahi pada laporan laba rugi ini, apabila jumlah pemasukan lebih besar pada laporan laba rugi, maka artinya perusahaan tersebut dapat kita katakan sukses.

Sebaliknya, Apabila angka pengeluarannya lebih melambung dari pemasukan maka bisa kita artikan perusahaan tersebut keadaannya sedang terancam bangkrut.

Menurut ilmu Akuntansi bahawa ada dua cara dalam membuat laporan laba rugi yang hendak Anda pelajari, berikut adalah cara membuat laporan keuangan laba rugi :

  • Cara Membuat Laporan Keuangan Laba Rugi Secara Langsung (Single Step)

Cara ini lebih mudah untuk Anda lakukan dimana kamu hanya harus merangkum seluruh pendapatan dari awal sampai akhir dalam satu kelompok.

Kemudian rangkuman tersebut Anda kurangi dengan total biaya periode, untuk lebih jelasnya silahkan Anda pelajari contoh laporan laba rugi single step di bawah ini:

Laporan Laba Rugi

  • Cara Bertahap atau Multiple Steps

Jika Anda suka dengan cara-cara rumit, maka bisa menggunakan cara ini, karena cara membuat laporan laba rugi Multiple Step  ini terbilang sangat rumit sekali.

Kenapa di bilang sangat rumit, karena Anda harus membagi laporan menjadi dua kategori, yaitu pendapatan operasional (kegiatan utama perusahaan) dan non operasional (pendapatan dari luar kegiatan pokok perusahaan).

Untuk lebih jelasnya mari kita pelajari contoh laporan laba rugi multiple step di bawah ini yang bisa Anda pelajari secara mandiri:

contoh laporan laba rugi multiple step

  • Laporan Perubahan Modal

Contoh laporan keuangan sederhana ketiga dan jenis laporan keuangan, kita akan membahas data dan catatan perubahan modal.

Perlu Anda kethaui juga bahwa dalam ilmu akuntansi, laporan perubahan modal sering di sebut sebagai statement of changes in equity.

Laporan perubahan modal ini sering di gunakan untuk melihat kondisi modal perusahaan dan data baru ketika terjadi perubahan modal.

Baca Juga : Contoh Laporan Perubahan Modal

Pada artikel ini Anda akan menemukan jumlah modal awal dan saldo terkini sebuah perusahaan. kemudian Anda juga bisa menganalisa perubahan saldo modal di awal dan akhir periode di akhir laporan.

Agar laporan Anda lengkap, maka ada beberapa data khusus yang wajib kamu sediakan. Adapun data-data tersebut adalah modal awal periode, jumlah laba dan rugi, dan pengambilan dana pribadi oleh pemilik perusahan atau bisnis.

Dengan demikian laporan perubahan modal tidak bisa Anda buat sebelum laporan laba rugi selesai Anda hitung, hal ini penting sekali yang harus Anda garis bawahi.

  • Laporan Keuangan Arus Kas

Pada pembahasan sebelumnya, kita sudah membahas catatan kas utama, di mana data yang kita kumpulkan di buku catatan kas utama akan kita pakai pada laporan keuangan satu ini.

Adapun manfaat dari Laporan arus kas (cash flow statement)  adalah sebagai data mengenai arus kas yang masuk dan keluar.

Dengan laporan keuangan ini, Anda bisa mengatahui seberapa banyak anggaran kas yang terserap dari perusahaan, dan apakah jumlahnya sesuai dengan pemasukan.

Data di atas akan di pakai untuk memperkirakan perputaran uang perusahaan di masa mendatang, tetapi tidak sampai di sana,

Laporan arus kas ini juga merupakan bentuk pertanggung jawaban kepada para pemangku kepentingan perusahaan.

Adapun untuk meneliti arus kas yang masuk, Anda bisa juga melihat dari dua sumber, yaitu dari pinjaman dan pendanaan.

Sementara itu untuk membuat laporan keuangan arus kas, Anda bisa melihatnya dari jumlah biaya pengeluaran perusahaan.

Nah … biaya yang di maksud di sini adalah biaya berbentuk investasi atau kegiatan operasional. Anda bisa membuat data ini dengan memahamai contoh laporan keuangan arus kas yang kami sajikan di bawah:

Laporan Keuangan Arus Kas
Ilustrasi : Laporan Keuangan Arus Kas

Anda bisa membuat urutan laporan keuangan perusahaan dagang dengan contoh-contoh di atas, dan kami sudah membahasanya pada postingan sebelumnya yaitu Contoh Laporan Keuangan Sederhana silahkan Anda pahami kembali.

Urutan penyusunan laporan keuangan pada perusahaan perorangan yaitu bisa Anda gunakan susunannya seperti di atas.

Pada postingan sebelumnya di lengkapi dengan contoh laporan keuangan sederhana excel dan bagaimana cara membuat laporan keuangan pribadi bahkan cara membuat laporan keuangan excel.

Mungkin cukup sekian postingan kali ini mengenai urutan membuat laporan keuangan yang wajib Anda ketahui ketika membuat sebuah laporan keuangan.

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *