Urutan Pembukuan Akuntansi

Urutan Pembukuan Akuntansi – Sebelum ke pengertian akuntansi pembukuan kita ambil terlebih dahulu penggalan katanya yaitu Pembukuan dan Akuntansi. Pembukuan dalam Akuntansi berasal dari dua istilah tentunya yang sering disajikan pada ilmu-ilmu akuntansi.

Tidak sedikit banyak orang dengan secara lugas bahwa pembukuan dan akuntansi adalah dua fungsi dan tujuannya sama, sehingga mereka mengartikan dua kata tersebut sama fungsinya.

Padahal jika kita analisa dan kaji lebih mendalam lagi bawah pembukuan dan akuntasni atau urutan pembukuan akuntansi mempunyai fungsi dan makna yang berbeda tetapi masih saling berkaitan.

Urutan Pembukuan Akuntansi

Apabila Anda sedang duduk di bangku kuliah atau sedang mempelajari akuntansi dan ingin mencoba mempelajari urutan pembukuan akuntansi , maka Anda sudah tepat masuk ke situs kami untuk mempelajari dasar-dasar ilmu Akuntansi.

Dan Anda akan mendapatkan pengetahuan baru dan memahami perbedaan dari pembukuan dan pencatatan akuntansi tentunya secara perinsip dan fungsinya.

Apa sih Pengertian Pembukuan Akuntansi ?

Untuk mengetahui pengertian pembukuan akuntansi maka kita akan bahas satu persatu, mulai dari pengertian pembukuan, sehingga bisa memahami urutan pembukuan akuntansi dengan baik.

Pembukuan atau Book Keeping adalah proses pengorganisasian, penggolongan, ringkasan, dan pelaporan unsur-unsur akuntansi seperti laba, rugi, arus kas, secara rapi dan teratur terhadap data-data transaksi yang telah dicatat.

Sedangkan Akuntansi adalah penjabaran data-data secara teratur tentang transaksi keuangan dalam bentuk laporan dan pemberian kepastian mengenai informasi keuangan yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi non-profit, dan lembaga pemerintah.

Hasilnya dari akuntnasi akan menghasilkan pemahaman yang lebih baik tentang profitabilitas aktual, dan kesadaran akan arus kas dalam bisnis.

Dari dua pengertian di atas dapat kita simpulkan bahwa pembukuan memang bagian dari akuntansi, namun memiliki perbedaan prinsip.

Baca Juga : Pembukuan Kas Sederhana

Jika aktivitas akuntansi akan menghasilkan sebuah laporan keuangan atau laporan khusus dan membutuhkan tenaga profesional di bidang akuntansi dan memerlukan sebuah analisis, sedangkan pembukuan hanya akan menghasilkan dokumentasi untuk keperluan internal saja.

Sederhananya begini seorang yang bekerja untuk menyusun pembukuan di sebut Book Keeper(Pembukuan), sedangkan orang yang bekerja untuk mencatat dan membuat laporan akuntansi di sebut Akuntan.

Urutan Pembukuan Akuntansi ini mungkin saja banyak sudah beredar di internet, tetapi tidak ada salahnya kami bagikan kembali pada situs Pendidikan SCH.ID.

Tujuan Pokok Akuntansi

Tujuan pokok akuntansi adalah menyediakan informasi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan. Untuk dapat menghasilkan informasi yang kita inginkan, akuntan melakukan serangkaian kegiatan berupa pengumpulan dan pengolahan data akuntansi secara sistematik selama periode berjalan, biasanya selama satu tahun.

Aktivitas pengumpulan dan pengolahan data akuntansi secara sistematik dalam satu periode akuntansi tersebut di kenal sebagai proses akuntansi atau tahap siklus akuntansi.

Fungsi Akuntansi

Fungsi Akuntansi Keuangan Secara Umum adalah menyediakan informasi keuangan suatu perusahaan atau organisasi untuk menilai kualitas kinerja dan perubahan seperti apa yang terjadi.

Adapaun informasi yang di jabarkan oleh akuntansi adalah berbentuk data kuantitatif (angka-angka) yang berkaitan dengan mata uang. Berikut adalah fungsi akuntansi secara umum :

1. Tolak Ukur Perusahaan

Setiap transaksi perusahaan yang dicatat dan di laporkan secara akuntansi harus baik dan benar maka suatu perusahaan tergolong perusahaan yang baik dan sehat.

Jika hal sebaliknya yang terjadi maka perusahaan tersebut tidak sehat. Akuntansi menjadi tolak ukur kondisi perusahaan karena penyusunan laporan sesuai standar ilmu akuntansi yang benar bisa kita gunakan untuk melihat keadaan perusahaan.

2. Sistem Informasi

Akuntansi sebagai sistem informasi berupa laporan keuangan harus memberi manfaat bagi para pengambil keputusan atas kondisi perusahaan saat itu sehingga akuntansi di butuhkan untuk menyusun informasi keuangan yang akurat dan terpercaya.

Fungsi sistem informasi yaitu mengumpulkan data tentang transaksi dan kegiatan bisnis perusahaan atau organisasi.

3. Pembayaran Pajak

Pajak perusahaan wajib kita bayarkan kepada pemerintah karena itu termasuk kewajiban perusahaan, Jika tidak membayar pajak maka perusahaan di tutup izin usahanya oleh pemerintah.

Untuk menghitung besaran pajak perusahaan di perlukan ilmu akuntansi untuk menyusun laporan keuangan yang menjadi dasar perhitungan pajak berdasarkan laba tahunan pada akhir tahun. Fungsi akuntansi keuangan bisa di rasakan untuk keperluan perusahaan.

4. Pendeteksi Penyalahgunaan

Ilmu akuntansi juga bisa kita gunakan untuk melacak, mendeteksi, dan mencegah penyalahgunaan dana di sebuah perusahaan atau badan usaha serta pemerintahan.

Laporan keuangan yang di lengkapi dengan bukti transaksi harus kita susun dengan benar agar hasilnya akurat dan bisa kita pertanggungjawabkan. Peran akuntansi manajemen perusahaan biasa kita gunakan untuk keperluan seperti ini.

5. Penetapan Aktivitas Perusahaan

Laporan keuangan yang telah rampung dan tersusun dengan baik akan memuat posisi harta, kewajiban dan modal perusahaan. Semua data harus di buat sesuai standar SOP Akuntansi,yang benar dan akurat sehingga bisa menjelaskan kondisi keuangan perusahaan.

Baca Juga : Contoh Laporan Keuangan Koperasi Serba Usaha

Berpatokan dengan laporan keuangan, perusahaan bisa mengalokasikan sumber dana untuk keperluan membayar utang jangka pendek dan jangka panjang serta kebutuhan lainnya.

Pada periode baru, pihak manajemen bisa menetapkan aktivitas perusahaan akan seperti apa, mengurangi biaya produksi atau justru harus meningkatkan kapasitas produksi sehingga biaya bertambah.

6. Memperoleh Tambahan Modal dari Pinjaman Bank

Jika sebuah perusahaan ingin memperoleh modal tambahan dari pinjaman bank maka salah satu syarat pengajuan pinjaman yaitu laporan keuangan perusahaan.

Dengan mengetahui kondisi perusahaan maka bank bisa menilai apakah perusahaan tersebut layak untuk diberi pinjaman atau tidak.

Laporan keuangan juga bisa memberi informasi tentang kemampuan perusahaan untuk membayar cicilan utang bank secara lancar dan tepat waktu hingga waktu pelunasan. Pengertian modal dan jenis-jenis modal perusahaan harus kita pahami dengan baik.

7. Memudahkan Pembukuan

Perusahaan membutuhkan ilmu akuntansi yang sesuai dengan peraturan agar kondisi keuangan bisa terlacak dengan baik terutama dari segi pembukuannya.

Ilmu akuntansi memudahkan pembukuan dan pencatatan semua transaksi keuangan. Akuntansi juga membuat laporan keuangan perusahaan lebih efisien terutama dengan bantuan komputerisasi.

8. Untuk menghitung laba atau rugi perusahaan

Badan usaha atau perusahaan pasti di dirikan untuk mencapai keuntungan yang sudah di targetkan setiap tahun sehingga akuntansi di butuhkan untuk mencatat semua transaksi keuangan sekecil apapun sehingga semua kegiatan yang telah di lakukan oleh perusahaan dalam mencapai target terlihat dengan jelas.

Jika ada oknum yang tidak jujur dalam melakukan kegiatan atau transaksi keuangan juga bisa terlacak. Fungsi akuntansi biaya berperan untuk keperluan perusahaan dalam hal ini.

9. Pengendalian Investor

Dengan akuntansi, semua pencatatan transaksi keuangan bisa di lakukan sehingga laporan akhir keuangan menjadi lengkap. Dari laporan keuangan bisa terlihat kondisi modal perusahaan.

Jika perusahaan ingin menambah kapasitas produksi, menambah cabang perusahaan (ekspansi) atau kegiatan lain yang membutuhkan tambahan modal maka laporan keuangan yang komprehensif sangat kita butuhkan.

Tambahan modal tidak selalu dari bank tetapi lebih baik dari investor. Untuk menarik investor agar menanamkan modal maka laporan keuangan harus baik agar investor mudah untuk melihat kondisi perusahaan.

Jika kondisi perusahaan di nilai baik dan sehat pasti investor mau menanamkan modal. Tetapi jika sebaliknya maka investor tidak akan tertarik. Selain menambah investor, perusahaan juga harus mempertahankan investor yang sudah ada agar tidak menarik modalnya.

Laporan keuangan yang jelas membuat perhitungan keuntungan untuk investor juga semakin mudah. Jika semua transaksi tercatat secara transparan maka investor akan tetap percaya untuk menaruh modalnya karena yakin tidak ada unsur penggelapan atau penipuan.

Fungsi akuntansi tidak hanya di rasakan oleh perusahaan tetapi juga individu sebagai pekerja di sebuah perusahaan. Akuntansi juga membantu kerja setiap orang, korporasi dan usahawan sehingga pembukuan atau pencatatan transaksi akurat dan terarah.

Siklus Akuntansi Dasar

Setelah kita memahami urutan pembukuan akuntansi, pengertian pembukuan akuntansi dan fungsi dan tujuan akuntansi, selanjutnya kita akan membahas siklus akuntansi, tentunya siklus ini di sajikan menurut para ahli Akuntansi.

Menurut Harnanto (2002), bahwa siklus akuntansi yang lengkap adalah terdapat 11 tahap, akan tetapi dua dari 11 tahap yang di sebutkan hanya bersifat opsional, artinya Anda bisa menggunakannya atau tidak tergantung kondisi perushaan Anda.

  • Identifikasi Transaksi

Langkah pertama dalam siklus akuntansi adalah mengidentifikasi transaksi. Akuntan harus mengidentifikasi transaksi sehingga dapat di catat dengan benar.

Tidak semua transaksi dapat di catat, transaksi yang dapat di catat adalah transaksi yang mengakibatkan perubahan posisi keuangan perusahaan dan dapat di nilai ke dalam unit moneter secara objektif.

Selain itu, transaksi yang akan di catat juga harus memiliki bukti, jika tidak ada bukti maka transaksi tidak dapat di catat dan di laporkan dalam laporan keuangan.

Bukti transaksi biasanya berupa kuitansi, nota, faktur, bukti kas keluar, memo penghapusan piutang dan lain sebagainya. Bukti-bukti tersebut tentu saja harus sah dan diverifikasi.

  • Analisis Transaksi

Setelah mengidentifikasi transaksi, akuntan harus menentukan pengaruhnya terhadap posisi keuangan. Untuk memudahkan, Anda dapat menggunakan persamaan matematis: Aktiva = Kewajiban + Ekuitas.

Sistem pencatatan adalah double-entry system, yaitu setiap transaksi yang di catat akan berefek terhadap posisi keuangan di debit dan di kredit dalam jumlah yang sama. Sehingga setiap transaksi mempengaruhi sekurang-kurangnya dua rekening pembukuan.

  • Pencatatan Transaksi pada Jurnal

Setelah informasi transaksi di analisis, kemudian di catat secara runtut di buku jurnal. Jurnal adalah suatu catatan kronologis tentang transaksi-transaksi yang terjadi dalam suatu periode akuntansi.

Proses pencatatan transaksi kedalam jurnal disebut penjurnalan (journalizing). Terdapat dua macam jenis jurnal, jurnal umum dan jurnal khusus. Jurnal umum dikenal dengan istilah jurnal saja.

Biasanya pencatatan transaksi di masukan kedalam satu rekening yang di debit dan satu rekening di kredit. Sedangkan, jurnal khusus, di selenggarakan untuk meningkatkan efisiensi pencatatan terhadap transaksi yang berulang. Contohnya seperti jurnal penjualan, jurnal pembelian, jurnal penerimaan kas, dan lainnya.

  • Posting Buku Besar

Langkah selanjutnya yaitu mem-posting transaksi yang sudah di catat dalam jurnal ke dalam buku besar. Buku besar adalah kumpulan rekening-rekening pembukuan yang masing-masing di gunakan untuk mencatat informasi tentang aktiva tertentu.

Pada umumnya, perusahaan mempunyai daftar susunan rekening-rekening buku besar yang disebut chart of accounts. Masing-masing rekening biasanya diberi nomor kode, untuk memudahkan dalam mengidentifikasi dan membuat cross-reference dengan pencatatan transaksi di dalam jurnal.

  • Penyusunan Neraca Saldo

Neraca saldo adalah daftar saldo rekening-rekening buku besar pada periode tertentu. Cara menyusun neraca saldo sangat mudah, Anda hanya perlu memindahkan saldo yang ada di buku besar ke dalam neraca saldo untuk di satukan. Saldo pada neraca saldo harus sama jumlahnya.

Jika jumlah saldo debit tidak sama dengan jumlah yang ada di kredit maka dikatakan bahwa neraca saldo tidak seimbang, masih ada kesalahan. Jika demikian, maka akuntan harus mencari kesalahan yang terjadi sebelum laporan disusun.

  • Penyusunan Jurnal Penyesuaian

Jika pada akhir periode akuntansi, terdapat transaksi yang belum dicatat, atau ada transaksi yang salah, atau perlu disesuaikan maka dicatat dalam jurnal penyesuaian.

Penyesuaian di lakukan secara periodik, biasanya saat laporan akan di susun. Pencatatan penyesuaian sama seperti pencatatan transaksi umumnya.

Transaksi penyesuaian di catat pada jurnal penyesuaian dan kemudian di bukukan kedalam buku besarnya. Setelah itu saldo yang ada di buku besar siap di sajikan dalam laporan keuangan. Dengan kata lain, hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang di susun secara akrual basis.

  • Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Pada tahap ini, Anda hanya perlu menyusun neraca saldo kedua dengan cara memindahkan saldo yang telah di sesuaikan pada buku besar ke dalam neraca saldo yang baru.

Saldo dari akun-akun pada buku besar di kelompokan kedalam kelompok aktiva atau pasiva. Saldo antara kelompok aktiva dan pasiva pada neraca saldo ini juga harus seimbang. Namun, ingat saldo yang seimbang belum tentu benar tetapi saldo yang benar pasti seimbang.

  • Penyusunan Laporan Keuangan

Berdasarkan informasi pada neraca saldo setelah penyesuaian, tahap selanjutnya yaitu menyusun laporan keuangan. Selanjutnya laporan ini Anda susun seperti berikut :

  1. Laporan laba rugi, untuk menggambarkan kinerja perusahaan.
  2. Laporan perubahan modal, untuk melihat perubahan modal yang telah terjadi.
  3. Neraca, dapat digunakan memprediksi likuiditas, solvensi, dan fleksibilitas.
  4. Laporan arus kas, memberikan informasi yang relevan mengenai kas keluar dan kas masuk pada periode berjalan.

Jurnal Penutup

Setelah membuat laporan keuangan, akuntan harus membuat jurnal penutup. Jurnal penutup hanya dibuat pada akhir periode akuntansi saja. Rekening yang ditutup hanya rekening nominal atau rekening laba-rugi.

Caranya adalah dengan me-nol kan atau membuat nihil rekening terkait. Rekening-rekening nominal harus ditutup karena rekening tersebut digunakan untuk mengukur aktivitas atau aliran sumber-sumber yang terjadi pada periode berjalan.

Pada akhir periode akuntansi, rekening nominal sudah selesai menjalankan fungsinya sehingga harus ditutup. Selanjutnya, pada periode berikutnya dapat digunakan kembali untuk mengukur aktivitas yang baru dan mulai terjadi.

Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penutupan (Opsional)

Pada langkah ini, akuntan menyusun neraca saldo setelah penutupan. Neraca saldo ini adalah daftar saldo rekening-rekening buku besar setelah dibuatnya jurnal penutup.

Oleh karena itu neraca saldo ini hanya memuat saldo rekening-rekening permanen saja. Tujuan pembuatan neraca saldo setelah penutupan adalah untuk memperoleh keyakinan bahwa saldo yang seimbang sudah benar. Sehingga penyusunan neraca saldo ini tidak wajib hanya bersifat opsional.

Penyusunan Jurnal Pembalik (Opsional)

Tujuan jurnal pembalik adalah menyederhanakan prosedur pencatatan transaksi-transaksi tertentu yang terjadi secara repetitif pada periode berikutnya.

Karena tujuannya untuk menyederhanakan maka tahap terakhir ini juga bersifat opsional. Jurnal pembalik biasanya dibuat pada awal periode berikutnya.

Caranya dengan membuat jurnal pembalik dari jurnal penyesuaian yang telah dibuat. Dengan kata lain membalikan akun yang telah dibuat pada jurnal penyesuaian dari yang awalnya debit menjadi kredit dan dari yang awalnya kredit menjadi debit.

Siklus akuntansi merupakan proses dimana aktivitas yang dimulai dari analisis dan pencatatan transaksi bisnis, serta berakhir dengan persiapan untuk aktivitas periode akuntansi selanjutnya melalui pembuatan jurnal penutup. Siklus akuntansi bukan hanya proses untuk pembuatan laporan keuangan.

Contoh Siklus Akuntansi

Selanjutnya kami akan berikan contoh siklus akuntansi sederhana untuk Anda yang bisa Anda pelajari secara mandiri.

Berikut adalah siklus contoh pembukuan akuntansi di bawah ini:

Contoh Siklus Akuntansi

Perlu Anda kethaui bahwa contoh siklus akuntansi di atas adalah contoh siklus akuntansi pada perusahaan dagang, Anda juga bisa menggunakan siklus di atas pada perusahan barang dan jasa.

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang – PDF

Jika Anda mencari siklus akuntansi perusahaan dagang berupa pdf, maka kami di sini akan membutuhkan kebutuahn Anda.

Tetapi sebelum mengunduhnya, Anda wajib mempelajari Urutan Pembukuan Akuntansi sehinggan Anda bisa mempelajarinya dengan mudah.

( Unduh) Siklus Akuntansi Perushaan Dagang – PDP

Contoh Soal Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang Beserta Jawabannya

Selain membahas urutan pembukuan akuntansi, mungkin dari Anda mencari contoh soal siklus akuntansi dan jawabannya, tentunya kami akan menyediakannya untuk Anda.

Contoh soal sikulus bisanya sering di pelajari oleh siswa SMK bahkan oleh para mahasiswa ketika ujian akhir, dan soal ini sering keluar.

Dengan demikian Anda bisa mempelajarinya, hal penting dalam mempelajari contoh ini Anda harus benar-benar memahami pembahasan mengenai pembukuan akuntanasi.

Berikut adalah soal sikuls akuntansi perushaan dagang dan jawabannya

Contoh soal ini terdapat 11 soal sikuls akuntansi, di mana soal ini adalah soal pilihan ganda yang berkaitan dengan siklus Akuntansi perusahaan dagang.

Soal No. 1 : Akun-akun di bawah ini yang mempunyai saldo debet yang terdapat pada neraca sisa adalah ….

a. Pembelian, retur pembelian, dan retur penjualan
b. Beban angkut pembelian, retur penjualan,dan potongan pembelian
c. Pembelian, beban angkut pembelian, dan potongan pembelian
d. Penjualan, retur penjualan, dan beban angkut pembelian

Soal No. 2 : Akun-akun di bawah ini yang mempunyai saldo kredit yang terdapat pada neraca sisa adalah ….

a. Beban angkut pembelian, penjualan, dan retur pembelian
b. Persediaan barang dagang, penjualan, dan utang dagang
c. Utang dagang, retur pembelian, dan retur penjualan
d. Retur pembelian, penjualan, dan utang dagang

Soal No. 3 : Di bawah ini adalah perkiraan-perkiraan yang hanya terdapat dalam perusahaan dagang, yaitu ….

a. Perkiraan utang dagang
b. Perkiraan gedung toko
c. Perkiraan beban sewa ruangan
d. Perkiraan pembelian dan penjualan

Soal No. 4 : Dalam transaksi penjualan barang dagang, penjualan akan memberikan potongan harga 2/10, n/60 artinya ….

a. Pembeli akan mendapat 2% potongan harga setelah lewat 60 hari sejak transaksi terjadi
b. Penjual akan memberikan potongan sebesar 2% jika pelunasan tidak lebih dari 10 hari sejak terjadi transaksi
c. Pembeli akan mendapat tambahan harga 2% jika melunasi kurang dari 10 hari sejak terjadi transaksi
d. Penjual akan memberikan potongan harga 2% jika pelunasan dilakukan paling lambat 10 hari sejak transaksi dan jangka waktu pelunasan 60 hari sejak terjadi transaksi

Soal No. 5 : Kegiatan usaha perusahaan dagang adalah ….

a. Membeli bahan baku untuk di olah lagi
b. Memproses bahan mentah menjadi barang jadi
c. Membeli barang dagangan untuk di jual kembali
d. Membeli aktiva untuk di sewakan

Soal No. 6 : Hal yang membedakan perusahaan dagang dengan perusahaan jasa adalah ….

a. Pembelian jasa
b. Penjualan barang dagang
c. Penyusutan aktiva
d. Pembelian peralatan

Soal No. 7 : Berikut yang merupakan transaksi perusahaan dagang adalah ….

a. Pembelian, pengolahan, penjualan, dan penerimaan uang
b. Pembelian bahan, pengeluaran uang, produksi, dan penjualan
c. Penerimaan uang, pembelian, produksi, dan pengeluaran uang
d. Pembelian, pengeluaran uang, penjualan, dan penerimaan uang

Soal No. 8 : Tanggal 28 Desember 2004 dijual barang dagangan dengan syarat FOB destination point. Pada tanggal 5 Januari 2005 barang baru diterima di gudang pembeli. Penutupan buku tanggal 31 Desember 2004 dan pelunasan faktur tanggal 10 Januari 2005. Dalam kasus tersebut pihak penjual akan melakukan pencatatan transaksi penjualan pada tanggal ….

a. 28 Desember 2004
b. 5 Januari 2005
c. 28 Desember 2004 dan 5 Januari 2005
d. 31 Desember 2004

Soal No. 9: Berikut ini yang termasuk perusahaan dagang adalah ….

a. Supermarket
b. Perusahaan ekspedisi
c. Perusahaan asuransi
d. Perusahaan real estate

Soal No. 10: Retur pembelian/penjualan biasanya terjadi jika ….

a. Barang yang dibeli/dijual tidak sesuai dengan pesanan
b. Barang yang dibeli/dijual rusak atau cacat
c. Barang yang dibeli/dijual tidak rusak atau cacat tetapi telah dilihat mutunya kurang bagus
d. Terjadi perselisihan harga dan jumlah barang

Soal No. 1 1: Pencantuman nomor akun di bawah kolom jumlah pada jurnal pembelian menunjukkan bahwa….

a. Pemindahan bukuan jurnal pembelian telah di lakukan
b. Pemindahan bukuan jurnal pembelian belum di lakukan
c. Semua transaksi telah di bukukan ke dalam jurnal pembelian
d. Semua transaksi belum di pindah bukukan ke buku piutang

Jawaban Siklus Akuntansi Perushaan Dagang :

  • No. 1 (b) Beban angkut pembelian, retur penjualan,dan potongan pembelian
  • No. 2 (d) Retur pembelian, penjualan, dan utang dagang
  • No. 3 (a) Perkiraan utang dagang
  • No. 4 (d) Penjual akan memberikan potongan harga 2% jika pelunasan dilakukan paling lambat 10 hari sejak transaksi dan jangka waktu pelunasan 60 hari sejak terjadi transaksi
  • No. 5 (c) Membeli barang dagangan untuk dijual kembali
  • No. 6 (b) Penjualan barang dagang
  • No. 7 (d) Pembelian, pengeluaran uang, penjualan, dan penerimaan uang
  • No. 8 (c) 28 Desember 2004 dan 5 Januari 2005
  • No. 9 (a) Supermarket
  • No. 10 (b) Barang yang di beli/di jual rusak atau cacat
  • No. 11 (d) Semua transaksi belum di pindah bukukan ke buku piutang

Mungkin cukup sekian postingan kali ini mengenai Urutan Pembukuan Akuntansi yang bisa kami bagikan kembali, mudah-mudahn bermanfaat. Terimakasih

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *